| Berita lainnya |
"Sebaiknya Perayaan Yubelium tahun ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh Gereja yang ada di Kepulauan Nias. Supaya Gereja kembali bersatu," kata Pdt. Frans kepada NBC, beberapa waktu lalu.
Menurut Pendeta Frans, selama ini Perayaan Yubelium hanya didominasi oleh Gereja yang telah besar. "Sangat disayangkan. Perayaan Yubelium biasanya hanya dilaksanakan oleh Gereja yang telah besar, tanpa mengikutsertakan Gereja kecil," ungkapnya.
Dalam Perayaan Yubelium kali ini, Gereja Sungai Yordan menyambut dengan antusias, dengan mengadakan berbagai kegiatan, seperti lomba vocal grup, koor dan catur, kata Pdt. Frans.
Ketika disinggung mengenai situs peninggalan Gereja yang ada di Kepulauan Nias, Pdt. Frans menilai, bahwa sebagian besar situs itu telantar dan tidak terawat. "Saya berharap Gereja yang memiliki situs, agar tetap merawat dan menjaga situs tersebut. Karena merupakan bagian dari pelayanan Gereja,"katanya.
Dihubungi secara terpisah, Pdt. Juliman Harefa, Praeses Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) yang membawahi 14 Gereja BNKP dan 1 Pos Pelayanan di Jakarta dan sekitar, Senin (19/09/2011) pagi, mengatakan, Gereja BNKP tidak merayakan secara special, tetapi diserahkan kepada masing-masing Gereja.
Menurut Juliman Harefa, tahun Sinode BNKP menetapkan tema perayaan Yubelium tersebut "Injil adalah Kekuatan Allah yang Menyelamatkan Setiap Orang Percaya (Roma 1:16)". Ditanya soal pesan yang terkandung di setiap perayaan ini, Juliman Harefa mengatakan, agar BNKP menjadi jemaat yang visioner. []
© Kabar Gereja
Masuk: 19 Sep 2011 (21:25 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi