| Berita lainnya |
Nasihat Miller bukannya tanpa alasan. Pasalnya, dalam enam bulan terakhir, 20 pasangan suami-istri datang kepadanya karena hubungan mereka hancur dan kebanyakan menyalahkan Facebook.
"Jika Anda sudah menikah, tutup akun Facebook. Godaan dalam Facebook terlalu besar," katanya, seperti dikutip dari TG Daily.
Dia juga mengatakan, hal ini mengacu pada mudahnya memiliki hubungan cyber dengan orang lain, atau untuk mengekspos urusan luar nikah yang terjadi. Jika pasangan suami-istri ingin memiliki akun Facebook, Miller menyarankan agar pasangan mau berbagi password, menjaga transparansi dan tak ada yang disembunyikan.
"Ketika memiliki akun Facebook, seseorang biasanya akan mengurangi komunikasi di dunia nyata. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pasangan rawan mengalami konflik," ujarnya.
Masa Lalu Pendeta Miller
Tak lama setelah mengeluarkan larangan Facebook, kehidupan seksual pendeta Miller terungkap. Ia mengaku pernah melakukan seks secara berkelompok.
PemimpinLiving Word Christian Fellowship Church berusia 48 tahun di Neptune, New Jersey, itu memastikan terjadinya hubungan seks secara berkelompok itu, setelah kesaksiannya dalam kasus pengadilan terungkap. "Hal ini menjadi perhatian saya, dan merupakan bagian sangat menyakitkan dari masa lalu saya," tulis Miller dalam email.
"Masalah ini telah terselesaikan waktu itu, dan masalah ini tak akan mengalihkan misi kami menyelamatkan pernikahan sebanyak mungkin. Kehidupan saya sebagai pemimpin, suami, ayah, dan teman telah membuat saya yakin harus berbuat sebisa saya untuk membantu memperkuat, memelihara dan memperbaiki tali rapuh perkawinan orang."
Hubungan seksual Miller terungkap dari bukti pengadilan pidana asistennya pada 2003 yang akhirnya dihentikan. "Kami berkali-kali melewati batas, maksud saya, kami berempat. Waktu itu saya menyentuhnya saja, dan hal itu sangat salah," kata Miller.
Pengacara bertanya, "Itu seks, benar?" "Ya," kata Miller. Nama asisten dan istrinya tak diungkapkan. Miller khawatir insiden "tak dapat diperbaiki" itu dapat melukai seseorang.
Pendeta ini memicu kontroversi pekan lalu ketika memerintahkan sekitar 50 pejabat gereja yang telah menikah menghapus akun Facebook mereka, atau berhenti dari posisi kepemimpinan di gereja.
Sebelumnya, ia meminta jemaat yang telah menikah berbagi informasi login dengan pasangan, dan mengatakan akan meninggalkan situs itu pekan ini. []
© Inilah
Masuk: 22 Nov 2010 (11:47 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi