| Berita lainnya |
Sejak diusir dari Jerman sekitar 15 tahun lalu itu, Jones kemudian memutuskan pergi ke Amerika Serikat. Pada 2005, ia mengetahui sang ayah membangun komunitasnya kembali. "Saya melihat bahwa ayah saya berkhotbah dan melakukan hal-hal yang tak saya temukan sama sekali di Alkitab. Dia menuntut kesetiaan total kepada dirinya sendiri," kata Emma.
Emma yang kini berusia 30 tahun dan tinggal di Jerman menyebut komunitas yang dibangun ayahnya sebagai sebuah sekte. "Saya melihat ajaran itu hayalan religius ayah. Seperti sekte. Saya sangat berharap ayah mendapatkan kembali akal sehatnya," katanya.
Jones yang mendirikan sekte Dove World Outreach Center di Kota Gainesville, Florida, mengklaim gerejanya itu sebagai tempat ibadah perjanjian baru dan terbuka bagi aliran mana pun.
Emma berharap orang-orang di sekitar Jones memberi bantuan pengobatan bagi ayahnya yang ia nilai tak waras. "Saya rasa dia memerlukan bantuan. Saya kira dia sudah gila," kata Emma yang sudah mengirim pesan melalui e-mail ke ayahnya agar membatalkan niatnya membakar al-Qur'an itu, namun tak pernah dibalas. []
© Republika
Masuk: 11 Sep 2010 (19:12 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi