| Berita lainnya |
Profesor Shimon Gibson, seorang arkeolog yang diakui, mengatakan bahwa para peziarah telah memulai perjalanan mereka dari tempat yang salah dan rutenya benar-benar keliru.
Pakar Tanah Suci ini mengatakan bahwa selama ini rute yang ditempuh dimulai dari sebelah utara Kota Tua. Seharusnya, rute tersebut tidak dimulai dari sana.
Sejak abad pertengahan, orang-orang Kristen telah berasumsi bahwa Praetorium, yang menjadi titik awal rute perjalanan Yesus, yaitu markas Romawi dimana Yesus disidangkan, adalah Benteng Antonia, yang terletak di sebelah utara Yerusalem.
Namun, Profesor Gibson mengatakan bahwa tidak ada bukti sejarah yang mendukung jika tempat itu dianggap sebagai tempat dimana Pontius Pilatus menjatuhi hukuman mati bagi Yesus.
Sedikit sekali bagian dari benteng itu yang masih bertahan. Namun, setelah melakukan penelitian terhadap fondasi benteng itu, maka Profesor Gibson berkesimpulan bahwa benteng itu hanya memiliki satu menara pengawas.
Profesor Gibson mengatakan bahwa tempat Yesus disiksa berada sekitar 900 meter di sebelah barat daya Yerusalem. Persisnya di sebelah selatan Gerbang Jaffa.
Tempat itu terletak di antara dua dinding pertahanan dengan bagian luar gerbang dan bagian dalamnya mengarah ke salah satu barak, yang mungkin menjadi tempat Yesus ditahan.
Halaman terbuka di tempat itu terdapat podium berukuran dua meter persegi. Hal ini sangat cocok dengan apa yang dituliskan dalam Injil Yohanes, dimana Pontius Pilatus duduk di kursi pengadilan di tempat yang lebih tinggi.
Selain rute perjalanan yang salah, Profesor Gibson juga meyakini bahwa tempat yang selama ini dianggap Kalvari atau Golgota adalah tempat yang keliru.
Dalam waktu dekat, kumpulan hasil penelitian Profesor Gibson akan dipublikasikan dengan nama The Final Days of Jesus. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa tempat yang selama ini dianggap Kalvari ternyata terlalu sempit untuk memuat satu salib, apalagi Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat.
Profesor Gibson percaya bahwa lokasi yang sebenarnya berada 20 meter dari tempat yang sekarang dikunjungi para peziarah. Persisnya berada di reruntuhan Gereja Martyrium.
Pandangan Profesor Gibson didukung oleh Dr. Mark Merrony, seorang arkeolog spesialis Tanah Suci dan juga editor jurnal arkeologi, Minerva.
Merrony menganggap temuan Profesor Gibson sebagai temuan yang menarik dan menyediakan informasi yang cukup bagi kita untuk segera mendefinisikan ulang rute perjalanan terakhir Yesus.
Namun, Rev. Canon Bill Broughton dari katedral Anglikan St. George di Yerusalem mengatakan bahwa buah karya Profesor Gibson yang sangat luar biasa itu hanya akan menambah kekayaan makna cerita-cerita gereja, tetapi tidak akan merubah rute yang ada sekarang.
Broughton mengatakan bahwa perjalanan salib yang selama ini dilakukan adalah perjalanan iman dan teologi bukan perjalanan arkeologi.
Sementara itu, Rev. Tom Wright, Bishop Durham mengatakan bahwa arkeologi selalu dipersilakan untuk melakukan penelitian dan ia senantiasa terbuka terhadap temuan-temuan baru. [MO]
Masuk: 11 Apr 2009 (13:07 UTC+07) | edit terakhir: 11 Apr 2009 (13:33 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi