| Berita lainnya |
Ia menambahkan, bila pun terjadi bentrok, tidak seharusnya Satpol PP berlaku beringas dengan menyerbu gedung PGI dan menghancurkan kaca gedung. "Ini kan milik pribadi, kok main serbu gini," sesalnya. Seperti diketahui, penyerbuan itu bermula ketika Satpol PP terlibat tawuran dengan sekelompok orang dari GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia).
"(Kejadian) tadi (kemarin, red) mulai jam 15.00-15.30 WIB. Awalnya hanya lempar-lemparan kecil, lalu menjadi besar," kata Kapolsek Senen Komisaris AL Tobing di lokasi. Sedangkan menurut keterangan Ketua GMKI Jakarta Charles Hutahaean, bentrokan tersebut dipicu oleh oknum Satpol PP.
Aparat Satpol PP hendak merampas spanduk yang dipasang di halaman gedung Persatuan Gereja Indonesia (PGI). "Sudah dari semalam Satpol mau mengambil spanduk itu, tapi terus kami halangi hingga peristiwa ini mereka melempar kami duluan. Lalu kami melakukan perlawanan kecil," katanya.
Spanduk tersebut berisi kecaman terhadap aksi Satpol PP yang melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima. Sudah seminggu Satpol PP berjaga di sepanjang Jalan Diponegoro sehingga pedangang yang biasa mangkal di depan kampus YAI atau RSCM tidak bisa berjualan.
"Tolak Perda Tibum Menyengsarakan Rakyat," begitulah tulisan dalam spanduk itu.
"Karena jumlah mereka banyak, kami masuk gedung PGI. Tapi mereka memaksa masuk dan memecahkan semua kaca-kaca. Teman kami ada yang dipukuli. Sampai akhirnya polisi datang," tuturnya. Akibat lemparan batu-batu berbagai macam ukuran itu, banyak kaca Gedung PGI yang pecah. Bekas-bekas lemparan batu juga masih terlihat di aspal Jalan Diponegoro. Pukul 16.15 WIB polisi berhasil mengendalikan keadaan dan para Satpol PP mundur dan ditarik ke Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Polisi kemudian melakukan pengamanan di lokasi. Namun atas kejadian ini, sampai kemarin malam, belum ada yang ditahan. [kmt]
Masuk: 27 Ags 2008 (14:03 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi