| Berita lainnya |
Serangan tersebut merupakan bentuk protes warga Muslim Malaysia setelah Pengadilan Tinggi Malaysia pada tanggal 31 Desember memutuskan surat kabar Katolik Roma, the Herald, diizinkan menggunakan kata Allah sebagai kata ganti Tuhan dalam terbitan edisi bahasa Melayu. Penangkapan ke delapan orang tersebut diharapkan dapat mencegah aksi perusakan yang lainnya.
Beberapa kelompok Islam memandang kelompok Kristen berusaha mendapatkan pendukung dengan menggunakan kata yang dipandang berkaitan erat dengan Islam. Sedangkan kelompok Islam lainnya, seperti Partai Islam Malaysia, PAS, mengatakan Kristen dan Yahudi tidak dilarang menggunakan kata "Allah".
Larangan penggunaan kata "Allah" tidak lazim di dunia arab karena kata ini biasa digunakan warga Kristen di Timur Tengah bahkan di Indonesia untuk menyebut Tuhan. [jwb]
Masuk: 22 Jan 2010 (10:38 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi