| Berita lainnya |
Hal itu dia ungkapkan ketika menghadiri Seminar Nasional Gereja, Masa Depan Bangsa dan Pemilihan Presiden 2009, yang diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia, di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa 9 Juni 2009.
Prabowo juga mengatakan mengajak semua lapisan masyarakat, termasuk pemimpin agama ikut terlibat dan mencermati realitas kehidupan politik.
Sebab, kata dia, seluruh nusantara ini mempunyai sifat religius dan spiritual. Oleh karena itu, kata Prabowo, keterlibatan pemimpin umat beragama dalam pendidikan, termasuk politik, sangat dibutuhkan.
Pendapat Prabowo itu tetap berpegangan bahwa lembaga-lembaga agama dilarang terlibat dalam kehidupan politik praktis.
Prabowo juga menjelaskan bahwa berbicara tentang keterlibatan pemimpin umat beragama tidak dimaksudkan untuk menyeret lembaga agama terlibat politik. "Karena tidak baik dan arif," kata dia.
Namun, karena fungsi dan peranan para pemimpin agama, sebagai pemimpin yang dihormati dan didengar umat, maka mereka tetap harus mengetahui realitas yang dialami bangsa. [vn]
Masuk: 09 Jun 2009 (21:14 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi