| Berita lainnya |
Yousef, 32, menulis buku berjudul The Son of Hamas, yang berisi cerita mengenai bagaimana ia bisa memeluk agama Kristen. Dalam buku yang terjual secara mendunia itu, Yousef juga menuliskan bagaimana ia pernah bekerja sebagai agen rahasia pada badan intelijen Israel, Shin Bet, selama lebih dari satu dekade dengan tujuan untuk menghentikan serangan teroris ke seluruh Israel. Pengakuan Yousef ini tidak mendapatkan komentar dari para pejabat Israel.
Akibat diterbitkannya buku ini, Yousef berkali-kali tampil dalam wawancara khusus di stasiun-stasiun TV terkemuka di AS. Ia tampil dalam acara "CNN Amanpour," "NBC Today Show," dan "Fox News' Hannity."
Yousef mencari suaka di AS. Namun, diberitakan pada bulan Februari silam bahwa ia dilarang untuk mendapatkan suaka dengan alasan bahwa ia terlibat dalam kegiatan terorisme.
Dalam laman situsnya, Yousef mengakui bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai agen rahasia Israel, ia menyamar sebagai teroris. Namun, dalam laman yang sama ia menekankan peranannya ketika menyelamatkan nyawa warga AS.
Ia juga mengakui bahwa ia kerap terlibat dalam pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin Hamas. Namun, hasil pertemuan tersebut selalu ia laporkan ke Shin Bet.
Yousef mengatakan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri AS tidak berusaha memahami bahaya yang mengancam dirinya. Menurutnya, ia kini tidak diakui oleh keluarganya, dianggap sebagai penghianat dan telah menjadi seorang pria tanpa negara.
Menurut Yousef, ia tidak pernah meminta pekerjaan ataupun gaji dari pemerintah AS, tetapi ia dengan sukarela menawarkan bantuan bagi AS dalam upaya pemberantasan teroris. [wcn]
Masuk: 15 Jun 2010 (16:34 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi