| Berita lainnya |
Foto yang ditampilkan di Daily Universe, nama surat kabar tersebut, adalah anggota quorum Dua Belas Rasul (Apostles) yang memimpin Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Namun, keterangan di foto tersebut dituliskan "Quorum Dua Belas Murtad (apostates)."
Kesalahan tersebut terjadi karena fitur pemeriksa ejaan yang digunakan oleh editor surat kabar itu menyarankan untuk menggunakan kata "apostates" (murtad) ketika editor mengetik kata "apostles" (rasul).
"Sayangnya dia mengklik kata itu," kata Rich Evans, manajer editorial. "Seharusnya kesalahan itu bisa diketahui oleh dua editor berikutnya. Tapi, karena mengejar tenggat waktu, maka hal buruk ini pun terjadi."
Jenkins Carri, juru bicara BYU, mengatakan bahwa sebagian besar dari total 18.000 eksemplar surat kabar itu sudah ditarik dan digantikan dengan 10.000 eksemplar yang telah diperbaiki.
Jenkins menambahkan bahwa tidak ada pengurus universitas maupun gereja yang dihukum akibat kesalahan itu.
"Kasus semacam ini sangatlah langka," kata Jenkins. "Fokus sekarang adalah bagaimana dan mengapa kesalahan semacam itu bisa terjadi, serta apa yang harus dilakukan supaya tidak terulang lagi."
Brad Rawlins, ketua departemen komunikasi universitas tersebut juga mengatakan bahwa sama sekali tidak ada upaya untuk menunjukkan rasa tidak hormat terhadap para pemimpin gereja.
"Daily Universe adalah semacam laboratorium bagi mahasiswa, dengan adanya kesalahan ini berarti kami sedang melalui suatu proses pembelajaran dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas dari apa yang kami lakukan," kata Rawlins.
BYU sendiri merupakan universitas yang dibangun oleh Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. [AP]
Masuk: 11 Apr 2009 (17:34 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi