| Berita lainnya |
Nababan sangat menyesalkan kejadian yang menimpa dua jemaat HKBP tersebut. "Saya sungguh menyayangi kejadian ini. Indonesia yang mengaku sebagai negara yang terdiri dari banyak agama namun pemerintah tidak bisa melindungi masyarakatnya," ujar Nababan saat menghadiri konfrensi pers di kantor Kontras, Jakarta, Senin (13/9).
Menurutnya, aksi penusukan ini adalah sudah seperti aksi pembunuhan. "Ini sudah layaknya modus pembunuhan. Lebih parahnya, mereka ditusuk saat hendak pergi beribadah," papar Nababan.
Nababan juga sangat menyayangkan aksi lamban yang dilakukan pemerintah dan pihak kepolisian. "Sampai saat ini, kepolisian seperti tutup mata dengan kejadian ini. Pemerintah juga tidak mengangkat masalah ini menjadi isu nasional," ujarnya.
Polisi harus dengan segera mengupas kasus ini hingga beres. "Jika polisi dalam waktu 24 jam tidak dapat mengungkap kasus ini, maka bisa dikatakan polisi kita tidaklah profesional," lanjut Nababan.
Dirinya mengumpamakan masalah ini dengan bencana Gunung Sinabung yang meletus. "Jika Presiden SBY mengunjungi korban letusan Gunung Sinabung, maka itu adalah kewajiban bukan kebaikan," tuturnya.
"Hal serupa juga apa yang harus dilakukan oleh Pak SBY terkait dengan masalah kebebasan beragama dan beribadah yang ada di undang-undang, maka jelas Pak SBY memiliki kewajiban untuk menuntaskan kasus ini," jelasnya. []
© Media Indonesia
Masuk: 14 Sep 2010 (16:17 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi