| Berita lainnya |
Mereka termasuk dalam tujuh imam yang dituduh mengadakan pertemuan liar.
Menurut pernyataan penahanan Pastor Luo, dia dihukum karena dituduh menyelenggarakan dua perkemahan rohani untuk para mahasiswa atas nama komunitas Gereja “bawah tanah” di Mindong. Tahun 1992, komunitas ini dilarang oleh pemeritah kota Fu’an sebagai suatu organisasi liar.
Kedua perkemahan, yang diselenggarakan di Paroki Saiqi dari 28 Januari – 6 Februari, itu diikuti oleh lebih dari 300 mahasiswa Katolik. Meskipun sudah diberi peringatan oleh petugas keamanan, para imam dan sebagian besar mahasiswa tetap melanjutkan kegiatan itu sampai akhir.
Pastor Luo dibebaskan pada 18 Maret setelah 15 hari ditahan di Pusat Tahanan Fu’an.
Dia mengatakan kepada UCA News bahwa dia dikunci dalam sel berukuran 40 meter persegi bersama 21 pria, kebanyakan pecandu narkoba dan penjudi.
Mereka berbagi tempat tidur semen yang panjang dan beberapa harus tidur di lantai.
Sementara tahanan lain bisa menerima tamu dua kali seminggu, Pastor Luo mengatakan hak-hak hukumnya dicabut.
Tidak ada kamar mandi dan pelaku hanya bisa mencuci diri dengan air dingin dalam sebuah halaman kecil. “Karena cuaca dingin dan hujan, saya tidak mandi selama ditahan,” kata Pastor Luo.
Dua imam, Pastor Guo Xijin dan Pastor Miu Yong, telah menerima pemberitahuan tentang penahanan dan satu demi satu akan ditahan selama 15 hari.
Semua tujuh imam didenda masing-masing 500 yuan (US$ 73).
Fu’an, basis komunitas Gereja bawah tanah di Mindong, telah menjadi pusat kegiatan Katolik sejak para misionaris Dominikan Spanyol tiba di Propinsi Fujian pada abad ke-17. [UCAN]
Masuk: 24 Mar 2010 (23:35 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi