| Berita lainnya |
Tak lama setelah Presiden memasuki tempat acara, lagu ciptaan Presiden yang berjudul "Rinduku Padamu" dinyanyikan oleh Darma Orat Mangun. Lagu sepanjang sekitar 4 menit itu dinyanyikan setelah para undangan menyanyikan lagu "Indonesia Raya".
Ketua Panitia Perayaan Natal Nasional 2011 Alex SW Retraubun MSc mengatakan, tema yang diambil dalam perayaan Natal tahun ini adalah "Bangsa yang Berjalan di Dalam Kegelapan Telah Melihat Terang yang Besar". Sementara itu, subtema perayaan yang dihadiri ribuan jemaat ini adalah "Bersama Kita Bisa Mewujudkan Bangsa yang Lebih Baik".
"Subtema ini pada hakikatnya mengajak bangsa Indonesia untuk membangun bangsa dengan membina hubungan baik dengan Allah, sesama, serta lingkungan ke arah yang lebih baik," tutur Alex.
Alex mengatakan, acara ini diharapkan dapat meneguhkan iman dan hidup umat Kristiani secara damai sebagai warga Indonesia. Dengan demikian, kehidupan yang bersatu, rukun, dan damai sepanjang masa terwujud.
Sebelum menggelar acara puncak di JCC, panitia melakukan berbagai kegiatan, antara lain bakti sosial kesehatan, pemberian tali kasih, serta rehabilitasi beberapa rumah ibadah di Ohio Elor.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden dijadwalkan memberikan sambutan dalam acara ini.
Dalam sambutannya, presiden mengatakan agama adalah landasan moral bagi membangun bangsa menjadi lebih maju.
"Agama menjadi landasan moral dan etika untuk bangun bangsa yang lebih maju, mari kita songsong tahun depan penuh harapan. Kita cetak kondisi politik stabil, ekonomi baik dan kehidpan sosial yang lebih baik," katanya.
Dia meminta peristiwa yang tidak patut dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat pada 2011 tidak lagi terulang pada tahun mendatang.
"Kesalahan dan ketidakpatutan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat tahun ini jangan terjadi lagi tahun depan, dengan iman, pengharapan dan kasih, bangun Indonesia lebih sejahtera, adil dan damai," katanya.
Presiden juga meminta semua umat beragama, khususnya umat Nasrani yang tengah merayakan Natal, untuk terus meningkatkan toleransi dan kebersamaan dalam menyelesaiakan berbagai masalah.
"Saat ini kita berada pada proses pembangunan yang bergerak maju, kita memerlukan kebersamaan diantara komponen bangsa apapun identitasnya, Islam, Kristen, Khong Hu Chu, Budha, Hindu memiliki tanggung jawab yang sama," kata Presiden.
Presiden menyebutkan kebersamaan, toleransi dan saling memahami adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan. Dia mengajak masyarakat dan umat kristiani untuk mensyukuri kondisi bangsa yang baik dari sektor ekonomi, politik dan kehidupan masyarakat sehingga terbangun harmoni.
"Jadikan natal sebagai jiwa terang, optimis, pikiran positif dan keyakinan," kata Presiden.
Presiden juga mengucapkan syukur karena Natal tahun ini berjalan dengan baik.
"Kita juga bersyukur, perayaan Natal tahun ini berjalan khidmat, tertib dan damai. Umat Kristiani di seluruh penjuru tanah air, dapat merayakan ibadah dengan tenang," kata Presiden.
Presiden pun berharap, suasana seperti ini terus dapat dijaga untuk menuju ke kehidupan bangsa yang makin aman, tenteram dan makin damai.
"Saya juga mendapat informasi bahwa renungan Natal yang disampaikan di gereja-gereja, mengajak umat Kristiani untuk menjauhkan diri dari rasa kebencian, keangkuhan, dan egoisme. Renungan Natal yang disampaikan, juga mengajak umat Kristiani untuk meningkatkan kualitas keberagamaan, sekaligus partisipasi dalam pembangunan bangsa."
Menurut Presiden, untuk proses pembangunan di Indonesia memerlukan kebersamaan di antara komponen bangsa. Pembangunan di Indonesia tidak boleh dipisah-pisah dari keberagaman yang ada.
Di akhir pidatonya, Presiden menyampaikan salam dari Ibu Negara Ani Yudhoyono yang tidak bisa hadir karena sakit dan kini tengah dirawat di rumah sakit.
"Biasanya Ibu Negara selalu hadir dalam perayaan natal bersama. Namun Ibu Ani saat ini tidak bisa merayakan natal bersama karena sedang di rawat di rumah sakit."
"Mohon doanya agar Ibu Negara segera pulih kembali," kata Presiden. []
Masuk: 27 Des 2011 (22:46 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi