| Berita lainnya |
Menurut Commercial Appeal, tulisan pertama sang walikota berbunyi, “Baiklah, jadi, ini adalah omong kosong, kita mendudukkan anak-anak kita untuk menonton ‘The Charlie Brown Christmas Special’ dan presiden Muslim kita ada di sana, benar-benar.....coba yakinkan saya bahwa itu tidak dilakukan dengan sengaja. Tanyakan pada pria itu apakah ia meyakini bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan ia akan memberimu disertasi selama 10 menit tentang itu ketika seharusnya ia tinggal menjawab ‘ya’.....”
Di tulisan lain, Wiseman menyerang presiden, pendukungnya dan juga kaum Muslim, dengan mengatakan, ““Kalian orang-orang Obama harus pindah ke sebuah negara Muslim... oh tunggu dulu, itu Amerika... Sayang sekali.”
Commercial Appeal melaporkan bahwa Wiseman mengirim email ke media pada hari Senin untuk mengatakan bahwa ia menyesal telah menyinggung orang lain dengan apa yang ia gambarkan sebagai sebuah upaya menyedihkan dalam menyampaikan humor antar teman.
"Saya menyesal telah menyerang seseorang dengan humor yang sebenarnya ditujukan bagi teman-teman saya," tulis Wiseman dalam pernyataan maafnya. Bahkan, Wiseman segera menghapus akun Facebook-nya.
Pemerintah kota mengeluarkan sebuah pernyataan di situsnya bahwa apa yang dipaparkan Wiseman, sang walikota, tak mencerminkan sikapnya yang sesungguhnya.
"Sebagai seorang pejabat publik Anda harus hati-hati dengan apa yang Anda ungkapkan. Saya rasa walikota tak bermaksud negatif, namun tentu saja hal ini melanggar batas," papar Ed Haley, seorang pejabat di kota itu.
Dukungan dan Kritikan
Pemilik hak suara di area tersebut, Jeff Shackelford mengatakan kepada WREG-TV di Memphis bahwa Presiden AS memiliki hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan daripada mencoba memblokir Charlie Brown di televisi.
Ryan Williams mengatakan pada WREG, “Saya rasa ini sangat konyol bahwa orang-orang membear-besarkan hal semacam ini. Ia berusaha memimpin negara, bukan mengubah nilai-nilai relijius di sini.”
Sementara itu, Facebook tandingan telah dimulai oleh para pendukung maupun kritikus Wiseman. Di halaman Facebook-nya, seorang veteran Afghan menulis, “Katakan pada Russell Wiseman untuk Menghormati Charlie Brown dan Presiden Kita.”
Di halaman lain, tertulis “Saya terkejut bahwa seorang pemimpin kota yang terpilih melalui pemilu sangat kekurangan informasi hingga tidak tahu bahwa presiden dijadwalkan menyampaikan pidato kebijakan mengenai upaya kita di Afghanistan. Kedua, saya melihat tuduhan tentang pandangan relijius Obama itu adalah hal yang menjijikkan.”
Di halaman: Dukung Russel Wiseman, seorang pengguna Facebook menulis, “Russel adalah manusia dan perlu melampiaskan perasaan. Itu adalah situs pribadinya dan bukan urusan orang lain, hanya dia dan teman-temannya. Ia tidak menulis di situs kota, itu adalah haknya sebagai warga Amerika”. [rep]
Masuk: 11 Des 2009 (12:16 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi