| Berita lainnya |
Sebelumnya, perdana menteri Malaysia telah memperingatkan ketidaksanggupan pemerintahannya untuk membendung aksi warga Muslim Malaysia sebagai respon atas keputusan pengadilan tersebut.
Pada hari Jumat (9/12), sebuah gereja terbakar karena dilempari dengan bom molotov.
Sementara, dua gereja di Lembah Kelang diduga ikut menjadi sasaran dalam kurun 12 jam, yaitu Gereja Assumption di Jalan Templer Petaling Jaya dan Life Chapel di Seksyen 17, Petaling Jaya.
Menurut kabar yang beredar, terdapat juga gereja di Kampung Subang yang ikut menjadi sasaran. Namun, kabar itu dibantah oleh Kepala Polisi Negara, Tan Sri Musa Hassan.
Polisi juga membantah isu yang mengatakan bahwa ada kendaraan yang menggunakan simbol Katolik yang ikut dirusakkan di Bangsar.
Gedung gereja tiga tingkat, yaitu Gereja Metro Tabernacle di Desa Melawati, Kuala Lumpur, terbakar kira-kira tengah malam.
Menurut Peter Yeow, 62, pemimpin gereja itu, ia melihat ada empat orang mengendarai sepeda motor datang menghancurkan kaca jendela gereja lalu melemparkan bom molotov ke dalamnya.
Sementara itu, pemadam kebakaran, badan forensik dan kepolisian serta unik anjing pelacak tengah menyelidiki kebakaran tersebut.
Saat ini, pihak-pihak berwenang tengah siaga satu menghadapi amuk warga di Malaysia. [mk]
Masuk: 09 Jan 2010 (00:17 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi