| Berita lainnya |
Gadis yang bernama Nurta Mohamed Farah itu adalah seorang warga desa Bardher, wilayah Gedo. Ia ditembak dalam perjalanannya dari Gedo menuju Galgadud setelah ia diusir oleh orang tuanya karena meninggalkan Islam.
Menurut sumber yang dikutip oleh Compass Direct, Farah bermaksud untuk pergi ke rumah saudaranya yang juga telah berpindah agama di Galgadud. Namun, ketika tiba di Abudwaq di wilayah Galgadud, Farah ditembak mati, persisnya 200 meter dekat rumah saudaranya.
Sebelumnya, Farah sering mendapatkan siksaan dari orang tua dan keluarganya di Gedo. Bahkan, Farah sudah berencana untuk meninggalkan Gedo sejak 10 Mei silam.
Seorang pemimpin Kristen yang mengunjungi Gedo mengatakan bahwa Farah pernah dibawa oleh orang tuanya ke dokter jiwa karena dianggap menderita "sakit jiwa." Ia kemudian dipaksa untuk menjalani perawatan medis karena dianggap gila. Tragisnya, hal itu dilakukan oleh ayahnya, Hassan Kafi Ilmi, dan ibunya, Hawo Godane Haf.
Tak hanya itu, Farah juga selalu diikat pada sebuah pohon setiap harinya dan dikurung dalam ruangan kecil yang gelap setiap malam. []
© Compass Direct
Masuk: 05 Des 2010 (01:58 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi