| Berita lainnya |
Sebelum dibunuh, kelompok al-Shabab memang telah memburu Yusuf hingga ke rumahnya di distrik Holwadag, Mogadishu. Yusuf diburu karena ada laporan dari seorang remaja 15 tahun bahwa dirinya akan dikristenkan oleh Yusuf.
Namun, setelah memburu hingga ke rumah Yusuf, kelompok al-Shabab tidak menemukan apapun yang berhubungan dengan kekristenan di rumah Yusuf. Meski begitu, Yusuf tetap dibawa ke tempat penahanan.
Sebelum dibunuh, Yusuf dipukuli dan jari-jarinya rusak. Ia diinterogasi untuk memberikan informasi mengenai keberadaan orang-orang Kristen lainnya. Namun, akhirnya ia dibunuh dengan dua tembakan di kepalanya.
Para pemimpin gereja bawah tanah tidak mengetahui apakah kelompok al-Shabab berhasil mendapatkan informasi dari Yusuf. Namun, untuk alasan keamanan, mereka telah merelokasi orang-orang Kristen ke tempat-tempat yang lebih aman.
Sementara itu, pihak keluarga Yusuf tidak pernah mengetahui bahwa anak mereka telah memeluk agama Kristen. Ketika Yusuf dimakamkan, beberapa orang Kristen turut hadir, namun, mereka menyembunyikan identitas mereka.
Menjadi Kristen di Somalia sangatlah pahit. Umat Kristen di negara ini tidak bisa merasakan kebebasan, sebab mereka terus-menerus dijadikan buruan oleh kelompok militan al-Shabab.
Umumnya, mereka menyembunyikan identitas kekristenan mereka. Bahkan, mereka tidak bisa beribadah secara terbuka, sehingga banyak jaringan gereja bawah tanah yang berkembang di Somalia. [com]
Masuk: 26 Nov 2009 (12:25 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi