| Berita lainnya |
Mereka menuding Ketua Majelis Jemaat Pendeta AR Ihalauw melakukan tindakan asusila terhadap dua jamaat gereja itu.
"Dia harus mundur dari sini, kami tidak mau dipimpin dengan pendeta kelainan seksual," ujar wanita bernama Anna, Ketua Pelayanan Kategorial Persatuan Kaum Perempuan (PKP) GPIB Jemaat Kasih Kurnia Medan.
Para pendemo juga meminta Pendeta AR Ihalauw mundur dari ketua Majelis Jamaat. Karena surat Keputusan Majelis Sinode GPIB Nomor 0466/VI-11/MS.XIX/Kpts, telah turun sejak tanggal 15 Juni 2011.
Sementara, Sekretaris Majelis Jemaat, Marolop Sidabutar membantah tudingan para pendemo. Menurut Marolop aksi itu dilatarbelakangi pertanggungjawaban keuangan yang tidak bisa dibuktikan oleh seseorang.
"Ini kan mau mengkaburkan pertanggungjawaban keuangan. Jadi dibuat lah isu-isu yang tidak jelas. Kalau memang isu itu benar silahkan laporkan ke Polisi," ujar Marolop sembari menyebutkan Pendeta AR Ihalauw tidak mau memberikan penjelasan. "Pendeta membantah lah dek," ujarnya
Terkait surat Keputusan Majelis Sinode ditujukan kepada Pendeta AR Ihalauw, Marolop mengatakan, pihaknya sedang menunggu serah terima jabatan dari Majelis Sinode GPIB Pusat. []
© Kabar Gereja
Masuk: 17 Okt 2011 (10:19 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi