| Berita lainnya |
Pendeta Wilson Augustine, 26, dari desa No. 44-SB, ditemukan tidak sadarkan diri dengan luka bakar di kepala, tangan dan lengan pada 22 November 2010 dekat halte bis di desa No. 101-NB di pinggiran Sargodha.
Austin Masih dan Nadeem Samuel, dua orang penatua dari desa terdekat mengatakan bahwa Augustine, yang ditahbiskan sebagai pendeta di sebuah gereja Presbiterian di desa No. 44-SB, sedang membagikan pamflet dan memproklamirkan Kristus dari pintu ke pintu pada hari-hari sebelumnya kepada warga-warga Kristen di desa No. 79-NB, 98-NB, 99-NB, 96-NB dan 101-NB, sekitar 25 km sebelah tenggara Sargodha.
Enam orang pemuda Muslim kemudian menganiaya Augustine setelah mereka membaca salah satu pamflet yang disebarkan oleh Augustine. Menurut Rustam Masih, salah satu saksi mata dari desa No. 99-B, keenam pemuda tersebut adalah Muhammad Usman Ghani, Muhammad Taha Khan, Talha Mehmood, Nisar Warriach, Zareen Cheema dan Jamshaid Ali Ansari.
Sementara, menurut Aamir Masih, seorang penatua dari desa yang sama, para pemuda Muslim tersebut menganggap bahwa pemberitaan tentang kebangkitan Kristus dalam pamflet Augustine merupakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Para pemuda itu kemudian mengusir Augustine dari desa 96-NB. Mereka mengancam akan melukainya jika ia tidak segera meninggalkan desa itu. Karena diancam, Augustine pun segera meninggalkan desa 96-NB. Namun ternyata ia tetap diikuti oleh para pemuda itu bahkan ketika ia meninggalkan desa 96-NB.
Perjalanan terakhir Augustine untuk memberitakan Injil adalah di desa 101-NB, di sanalah ia dianiaya oleh keenam pemuda tersebut.
Menurut pengakuan Augustine, pada malam ketika peristiwa naas itu terjadi, ia tidak bisa mengenali wajah para pelaku karena ia disilaukan oleh nyala lampu. Tapi, suara mereka sangat jelas terekam di telinga Augustine. Mereka meneriakkan kata-kata kotor kemudian mulai memukuli Augustine dengan pentungan dan ikat pinggang. Setelah itu mereka menyirami tubuhnya dengan cairan dingin lalu menyulutkan api ke arahnya.
Ketika tubuh Augustine mulai terbakar, pemuda-pemuda itu terus-menerus memukulinya, sehingga apinya padam. Augustine kemudian diseret ke semak belukar dan ia baru sadarkan diri ketika berada di rumah sakit umum setempat. []
© Christian Post
Masuk: 15 Des 2010 (01:51 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi