| Berita lainnya |
Ia juga menginstruksikan jemaatnya untuk datang mengenakan pakaian berwarna oranye. Alih-alih puji-pujian, para jemaat ia bimbing menyanyikan lagu-lagu sepak bola untuk menyemangati timnas di dalam gereja yang, lagi-lagi, didekorasi sewarna kostum tim Belanda.
Serta merta, Keuskupan Haarlem-Amsterdam menyatakan sikap atas tindakan Paul Vlaar ini. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Jumat (16/7) waktu setempat, keuskupan mengatakan bahwa "Vlaar gagal merefleksikan keadilan dan kesucian dari perayaan ekaristi."
Uskup Jozef Marianus Punt, pimpinan Keuskupan Haarlem-Amsterdam mengatakan bahwa menyusul ibadah yang diada-adakan ini, Vlaar akan diberhentikan sementara dari perannya sebagai pendeta. "Kami memberikan waktu perenungan bagi Paul Vlaar yang berlaku segera," ujar Jozef Marianus Punt. Bagaimanapun, dunia tahu upaya Vlaar tak membawa hasil. Belanda kalah 1-0 dari Spanyol dalam final kemarin. [ ]
Masuk: 17 Jul 2010 (20:58 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi