| Berita lainnya |
Peneliti Setara Institut Ismail Hasani menyatakan langkah ini perlu dilakukan lembaga terkait mengingat isu keagamaan kerap dipolitisir untuk kepentingan tertentu. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu stabilitas sosial.
"Dari pemantauan kita, selalu, pasca-otonomi daerah diberlakukan kreativitas yang miskin dari politisi kita selalu mencari isu-isu yang mudah memupuk perhatian publik. Selain alat kapitalnya menebarkan kebencian terhadap kelompok agama sehingga orang tersulut. Kemudian ketika ia hadir di tengah-tengahnya akan dianggap orang yang berpihak pada kelompok mayoritas."
Sementara itu, kepolisian Riau membantah telah terjadi pembakaran terhadap dua gereja di Kabupaten Kuantan Sengenge Riau. Juru bicara Kepolisian Riau S Pandiangan mengatakan, yang dibakar oleh massa adalah rumah yang digunakan untuk tempat beribadat.
Menurut dia, warga keberatan rumah tersebut digunakan sebagai tempat beribadah oleh umat Nasrani.
"Tidak ada gereja yang dibakar, yang dilaporkan kemarin itu rumah yang digunakan untuk beribadah dan bukan gereja, itu yang dibakar. Jadi rumah itu dijadikan tempat ibadah, sudah diingatkan oleh masyarakat tapi katanya tidak mau, jadi dibakar oleh masyarakat."
Pandiangan menambahkan, polisi belum memeriksa para pelaku pembakaran rumah yang digunakan untuk beribadat kaum Nasrani tersebut. []
© KBR68H
Masuk: 02 Ags 2011 (23:30 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi