| Berita lainnya |
Pameran Sinterklas di museum ini sudah dibuka selama enam minggu bagi penggemar karya seni religius. "Bahkan sebelum Sinterklas datang, pameran ini sudah menarik sepuluh ribu pengunjung. Itu sungguh d luar dugaan" kata Billie-Jo Krul dari museum Catherijneconvent dengan semangat.
Legenda
Sinterklas terpampang di lima belas lukisan, yang antara lain dipinjam dari Museum Uffizi di Florence dan museum Vatikan. Orang dapat melihat bagaimana bayi Sinterklas sudah bisa berdiri di hari kelahirannya dan berdoa mengucapkan terima kasih pada Tuhan, yang sudah mengaruniakan kepadanya
kehidupan. Ini adalah salah satu legenda tentang Sinterklas yang taat beragama dan murah hati.
Sepertinya Sinterklas lahir sekitar tahun 280, dan kemudian dia menjadi uskup di Myra, wilayah di Asia Kecil dan meninggal tahun 350. Lukisan jelas memperlihatkan Sinterklas masih tetap hidup lebih dari seribu tahun kemudian.
Lukisan "Pesta Sinterklas" karya Jan Steen dari abad ke 17 juga bisa dilihat. Di Lukisan itu nampak Sinterklas menjadi sahabat para anak-anak, di malam menjelang hari ulang tahunnya dia berkeliling dari rumah ke rumah untuk membagi hadiah kepada anak-anak.
Penarik perhatian penonton
Dalam pameran itu nampaknya tokoh pembantu Sinterklas, Piet Hitam, baru muncul sekitar tahun 1850an. Saat itu buku Sinterklas karya seorang guru, Jan Schenkman terbit. Legenda dan cerita tentang Sinterklas semakin semarak. Banyak anak di Belanda bisa menceritakan nama kudanya Amerigo dan Sinterklas di dalam rumah memakai topi baseball dan bukan topi khas ala Sinterklas. Di pelbagai televisi juga bisa ditonton petualangan sehari-harinya. Sinterklas bener-benar menarik banyak penonton.
Separoh penduduk Belanda masih memperingati malam Sinterklas setiap tanggal 5 Desember, dengan kado, kue spekulas dan susu coklat. Sinterklas yang beragama Katolik Roma diterima di semua kalangan masyarakat. Pesta ini bukan hanya bagi orang Belanda asli tapi juga populer diantara para pendatang.
Kenangan
Selain lukisan lama dan gambar-gambar yang memperlihatkan sisi sejarah Sinterklas, pameran di museum Catharijneconvent Utrecht juga memberikan ruang bagi masa sekarang. Para pengunjung bisa menyerahkan foto dan ceritanya. Ada dinding yang dipenuhi dengan foto, kebanyakan foto hitam
putih: anak-anak dipangkuan Sinterklas, meja penuh bingkisan dan kado, Sinterklas berada di atas becak yang ditarik orang atau motor, anak-anak memakai baju para santa santo dan Piet Hitam, serta perjalanan di pulau tropis Aruba yang merupakan bagian dari Antilia Belanda.
Juga di situs www.sintnicolaasopbezoek.nl, yang artinya "Sinterklas berkunjung", terdapat lebih dari 150 foto yang bisa dilihat. Di samping itu, ada pelbagai kenangan pribadi yang bisa dikilas balik sampai puluhan tahun yang lalu. Para pengunjung sering menulis pengalaman mereka saat dipanggil oleh Sinterklaas dan ditanya apakah mereka selalu bersikap manis sepanjang tahun. Anak-anak itu sekarang sudah cukup besar untuk mengetahui kebenaran legenda Sinterklas. Ini salah satu tahap menjadi dewasa, bagi mayoritas orang Belanda.
Rasanya
Ada rute khusus yang tersedia bagi para pengunjug pameran yang masih muda: mencari jejak kue khas perayaan Sinterklaas, pepernoten sebagai petunjuk jalan. Kalau bisa menjawab beberapa pertanyaan tentang Sinterklas dengan benar, maka secara resmi dia diberi gelar pakar Sinterklas. Orang tua atau nenek kakek mereka dengan senang hati ikut serta dalam permainan itu.
"Sangat menyenangkan bagi semua pengunjung. Semua orang suka Sinterklas. Rasa itu nampaknya kembali hadir disini" tutur Billie-Jo Krul. Dia menceritakan tentang hubungan satelit langsung saat pembukaan pameran awal Oktober lalu. Dalam persiapannya, dia bertemu secara pribadi dengan "Sinterklas yang asli" yang muncul di televisi. Sejenak dia merasa menjadi anak-anak lagi. [rnw]
Masuk: 16 Nov 2009 (19:30 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi