| Berita lainnya |
Sebuah sumber, seperti diberitakan Straits Times juga menyebut, Gereja mengeluarkan biaya lebih dari 3 miliar dolar AS untuk meredam kasus ini agar tak muncul ke permukaan. Namun, upaya yang diredam selama bertahun-tahun ini akhirnya muncul juga ke permukaan, karena terjadi hampir di banyak negara.
"Kini kita menghadapi krisis institusi terbesar sepanjang abad ini, terutama menyangkut sejarah Gereja," tulis advetorial Catholic Reporter, media Katholik terbesar di AS, dalam tulisan berjudul "Menunggu Jawaban Bapa Agung".
Reformasi institusi Gereja sebetulnya sudah dilakukan di AS pada 2002. USetelah bertahun-tahun tidak bertindak, Konferensi Uskup Amerika Serikat mengembangkan sebuah piagam yang mengatur bagaimana gereja akan melindungi anak-anak yang mencakup kebijakan toleransi nol, pemeriksaan latar belakang, dan pelatihan pencegahan.
Mereka juga mendirikan Dewan Review Nasional yang dipimpin oleh orang awam untuk memantau kemajuan dan diberikan peneliti dari John Jay College of Criminal Justice akses ke file gereja.
Mereka menemukan bahwa lebih dari 4.392 imam Katolik dan diakon melakukan pelecehan seksual setidaknya terhadap 10.677 anak-anak Amerika antara tahun 1950 dan 2002. Dari angka itu, hanya 615 orang yang dilaporkan kepada penegak hukum dan hanya 384 orang yang dihukum.
Lebih dari 700 imam dan diakon telah dihapus atau dengan sukarela meninggalkan pelayanan antara Januari 2002 dan Desember 2003 karena tuduhan pelecehan seksual. Saat itu, tercatat 4.568 korban diidentifikasi dari tahun 2004 sampai 2009, menurut laporan yang diterbitkan bulan lalu. Namun hanya 30 dari 398 tuduhan yang dilaporkan. [Rep]
Masuk: 05 Apr 2010 (11:57 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi