| Berita lainnya |
Limbah, pertanian dan air asin telah membuat Sungai Yordan tidak aman bagi manusia, kata Gidon Bromberg dari organisasi Friends of The Earth Timur Tengah.
Penyebabnya, menurut Bromberg, adalah dikarenakan 98 persen air segar Sungai Yordan telah dialihkan oleh Israel, Suriah dan Yordania.
Friends of The Earth telah mengingatkan pemerintah setempat untuk mengentikan kegiatan pembaptisan di Sungai Yordan yang lebih rendah sampai kualitas air sungai itu diyakini aman untuk baptisan.
Situs bersejarah Israel yang dikenal dengan nama Qasar al-Yahud menarik kunjungan lebih dari dua juta umat Kristen setiap tahunnya. Ribuan di antara mereka mengunjungi tempat itu untuk dibaptiskan.
Friends of The Earth menyatakan bahwa tingkat bakteri coliform, yang berasal dari kotoran, cukup tinggi, sehingga sungai itu menjadi tidak aman untuk mandi. Namun, hasil uji air yang dirilis oleh Eli Dror dari Otoritas Pertamanan dan Alam Israel menunjukkan sebaliknya.
"Sama sekali tidak ada masalah dengan kualitas air. Orang-orang bisa datang dan membaptis di sini sebanyak yang mereka inginkan. Saya jamin itu," kata Dror.
Sementara itu, Menteri Pariwisata, Stas Misezhnikov mengaku senang karena banyaknya wisatawan yang terus datang ke tempat itu.
Kementrian Pariwisata sendiri telah menginvestasikan jutaan dolar baru-baru ini untuk merenovasi situs yang terletak di daerah militer tertutup dekat kota Yerikho, Tepi Barat.
Di tempat inilah diyakini tempat Yohanes Pembaptis membaptis Yesus dan pengikut-pengikutnya ribuan tahun yang lalu. []
© Christian Today
Masuk: 03 Ags 2010 (15:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi