| Berita lainnya |
Berdasarkan info, penyerangan dan penyegelan tempat ibadah tersebut terjadi di kota Bekasi, namun aparat keamanan setempat yang berada di sana saat peristiwa penyerangan terjadi tidak melakukan tindakan berarti atau mencoba meredam amuk massa yang melakukan tindak kekerasan tersebut. Bahkan menurut pengakuan Luspida, ia sempat mendapat tamparan di pipi kirinya yang menyebabkan terjadinya memar.
Tampaknya situasi ini yang membuat mereka kembali mengadu ke DPR RI setelah sebelumnya sempat merasa tidak ada tindak lanjut dari DPR RI usai pengaduan mereka beberapa waktu lalu terkait masalah serupa. Berbagai kelompok agama yang mendapat tekanan dan larangan beribadah, seperti Jemaah Ahmadiyah dan Kristen akhirnya memutuskan untuk melaporkan keluh kesah mereka ke gedung DPR RI, Senin (2/8).
Perwakilan dari Kaukus Pancasila, Jemaah Ahmadiyah, dan dari Gereja HKBP PTI Bekasi langsung disambut oleh Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung, di ruang rapat pribadinya. Mereka semua mengadukan tindakan kekerasan dan ancaman yang diterima dari kelompok agama lain yang menutup sejumlah rumah ibadah.
Menyikapi laporan perwakilan umat beragama tersebut, Pramono menyatakan dirinya berkomitmen untuk segera mengatasi konflik agama yang tak kunjung padam ini.
"Saya pribadi sangat menyayangkan kekerasan yang mengatasnamakan kelompok agama ini bisa terjadi dan saya berjanji akan segera membahas masalah ini bersama pimpinan DPR lainnya," ujar Pramono.
Selain mengungkapkan janjinya untuk melindungi kebebasan beragama, Pramono menambahkan bahwa kekerasan yang menimpa dua umat beragama di tiga tempat tersebut terkait unsur politik. Namun ia enggan memaparkan lebih lanjut lagi unsur politik yang dimaksud.
Pada waktu dan tempat yang bersamaan, rekan Pramono, Eva Kusuma Sundari yang menerima mereka, menyayangkan penyerangan gereja yang kembali terjadi Minggu kemarin. Menurut dia pembiaran terhadap kekerasan bisa menjadi faktor separatisme di negeri ini.
"Apakah ini memang untuk adu domba agar terjadi konflik horizontal? Ini bisa mendorong separatisme," ujar Eva.
Ia juga mengherankan sikap pemerintah yang mendiamkan penyerangan terhadap tempat-tempat ibadah.
"Saya prihatin ternyata sistem tidak membaik tapi memburuk, ini sistematis dan terorganisir, harus dicari siapa otak dibalik ini," tambahnya. []
© Reformata
Masuk: 05 Ags 2010 (15:48 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi