| Berita lainnya |
Jurubicara asosiasi imam di wilayah setempat, Thierno Mbeugne mengatakan bahwa imam konservatif distrik Yoff di Dakar telah meminta kepada para pemuda setempat untuk berbaris guna melakukan aksi yang mereka sebut "tindakan-tindakan melawan serangan terhadap iman mereka."
Mereka menargetkan tempat ibadah kelompok SSY sebagai sasaran, karena mereka mengklaim bahwa anggota kelompok tersebut telah melakukan upaya-upaya prselit. Selain tempat ibadah SSY, mereka juga menyerang sebuah bar karena menjual minuman-minuman beralkohol.
Mbeugne mengatakan bahwa para pemimpin umat Islam tidak mendukung aksi-aksi kekerasan, "tetapi mereka berpikir bahwa tindakan para pemuda itu adalah tepat", yakni menghancurkan tempat ibadah dan bar tersebut.
Salah satu dari kelompok pemuda pelaku kekerasan tersebut, Mame Faye, 24 tahun, menjelaskan bahwa massa telah diatur di tempat ibadah SSY saat para jemaat sedang melakukan ibadah, sebelum berlanjut ke sebuah bar.
Saksi lainnya mengatakan bahwa ratusan pemuda merangsek masuk ke dalam bar dan meminum kaleng bir. Mereka kemudian mengosongkan barang-barang yang ada di dalam bar tersebut, dan melemparnya keluar, seperti kulkas, AC dan perabotan lainnya, kemudian membakarnya.
Seorang dokter, yang yang tidak mau menyebutkan namanya, mengatakan bahwa pihaknya telah merawat sedikitnya 37 orang, termasuk mereka yang terluka dari pihak kepolisian. Salah satu dari mereka mengalami luka di kepala. Pihak kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi tersebut.
Mbeugne mengklaim bahwa kepala rumah ibadah di wilayah itu telah berupaya untuk melakukan konversi iman warga setempat. Dengan berkedok pengajaran dalam Bahasa Inggris, kepala rumah ibadah itu mulai membagi-bagikan salib dan literatur-literatur SSY.
Sejumlah media memberitakan bahwa tempat ibadah yang dirusakkan adalah gereja. Namun, kelompok SSY tidak pernah menyebut tempat ibadah mereka dengan sebutan "gereja" melainkan menyebutnya "balai."
Kelompok SSY sendiri dikenal sebagai kelompok yang paling rajin menyebarkan ajaran-ajaran mereka dengan berbagai metode, mulai dari penyebaran literatur-literatur hingga door-to-door. []
© Associated Press
Masuk: 29 Jun 2011 (09:54 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi