| ||
| Berita lainnya | ||
Kampanye yang di sebut The "smut for smut" ini disponsori oleh sebuah organisasi bernama The Atheist Agenda. Pemimpin dari Atheist Agenda. Carlos Morales dalam pernyataannya pada sebuah harian lokal bahwa Alkitab mengijinkan banyak tindakan buruk sama seperti pornography.
"Saya tidak mau hidup dengan apa yang mereka sebuat ‘moralitas' yang ada di Alkitab," ungkap Morales.
Tindakan dari Atheis Agenda ini bukanlah tanpa perlawanan. Tak jauh dari tempat penukaran kitab suci tersebut ada sekelompok orang yang melakukan aksi dama dengan membawa berbagai atribut yang bertuliskan seperti, "Jesus Saves" atau "Jesus loves the Atheist Agenda." Beberapa dari demonstran menyanyikan lagu rohani, dan ada juga yang berdoa dalam aksinya tersebut.
Aksi yang berkembang makin besar baik dari kedua pihak, Atheist Agenda maupun para demonstran akhirnya di jaga oleh pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Aksi tersebut kemudian diakhiri dengan debat terbuka antara pihak atheis dan demonstran dari umat Kristen.
Apa yang dilakukan Atheist Agenda ini telah dimulai sejak tahun 2005. Pertama kali mereka menukar kitab suci dengan majalah porno sempat menjadi perhatian seluruh Amerika, hal ini semakin besar ketika pemimpin mereka di tahun tersebut, Tucker Carlson di wawancarai oleh MSNBC. [JN]
⇒ 05 Mar 2010 (16:59 UTC+07)









Komentar Pembaca
Diskusi