| Berita lainnya |
Hal itu disampaikan Pastor Andreas Setyo Budi Sambodo kepada sekitar 2.500 siswa pada Misa akbar yang diadakan baru-baru ini di Yogyakarta.
"Sebagai pelajar Katolik, kalian harus selalu menjadi garam dan terang dunia," kata pastor Andreas. "Jumlah kalian sedikit [di sekolah masing-masing], tapi tidak masalah. Kalian tetap bisa melakukan sesuatu di lingkungan kalian."
Pastor pembimbing di Universitas Katoli Atma Jaya Yogyakarta ini memimpin Ekaristi akbar pekan lalu yang dihadiri oleh siswa baik dari sekolah negeri maupun swasta se-DIY.
"Lakukan apa yang kalian pikir baik dan berguna di lingkungan kalian, dan Tuhan akan selalu menyertai kalian," katanya.
Perayaan Misa besar seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Propinsi DIY, kata Fredericus Wakijan, ketua Komisi Pendidikan Kevikepan Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan spiritual kepada siswa-siswa Katolik, terutama yang belajar di sekolah-sekolah negeri dan swasta non-Katolik.
Meskipun SMP dan SMA ini memberikan pelajaran agama bagi para siswa Katolik, "namun sulit bagi mereka untuk mengadakan Misa," lanjut Fredericus. []
© Cath News
Masuk: 12 Ags 2010 (16:09 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi