| Berita lainnya |
Tentang insiden ini petugas informasi dari Pembela Hak Asasi Manusia Cina Zhao Jing dan Cong Mei kepada Worthynews mengatakan telah menerima pengaduan pada 23 September 2010 lalu. Kedua petugas informasi HAM tersebut juga menjelaskan tentang kronologi kejadian yang berawal dari datangnya sekelompok besar orang muda berpakaian polisi masuk ke tenda yang dihuni oleh anggota gereja Changchunli yang kemudian melakukan tindakan anarkis.
Dalam insiden tersebut, seperti dilansir Worthynews dari ChinaAid Association (CAA), enam belas orang, termasuk lansia dan perempuan, dikabarkan mengalami luka serius, bahkan satu di antaranya mengalami buta permanen. Setelah insiden yang berjalan begitu cepat itu terjadi, jemaat langsung melaporkan peristiwa itu dengan menghubungi nomor darurat polisi (110), namun respons polisi sangat lambat. Alih-alih mendapat pertolongan cepat setibanya polisi di tempat kejadian, setelah sampai polisi justru bertindak bak pengamat saja – bahkan umat pun hanya didiamkan, tidak sedikit pun ditanyakan keadaan para korban.
Insiden ini diduga terkait sengketa tanah gereja Changchunli yang diklaim pihak lain. Merasa keberatan dengan klaim tersebut, anggota gereja Changchunli pun melakukan aksi protes dengan mendirikan tenda, hingga akhirnya insiden tersebut terjadi. []
© Reformata
Masuk: 04 Okt 2010 (11:49 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi