| Berita lainnya |
Tahun 1990, sejumlah uskup mempertanyakan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Pastor Lawrence Murphy ke sebuah kantor pemerintah Vatikan yang saat itu dipimpin seseorang yang kini bergelar Paus Benedictus XVI namun tidak pernah ada tanggapan. Salah satu korban pelecehan seksual itu kepada BBC mengatakan Paus Benedictus XVI telah menutupi kasus itu selama bertahun-tahun.
Sang korban, Arthur Budzinski yang kini berusia 61 tahun mengatakan Paus harus mengakui semua hal yang dia ketahui soal kasus Pastor Lawrence Murphy. "Itu semua tergantung padanya (Paus). Dia bertanggung jawab atas kasus-kasus semacam ini," kata Budzinski melalui seorang penterjemah.
Kredibilitas Gereja Katholik tengah menurun beberapa bulan belakangan ini akibat dituduh menutupi kasus-kasus fedofilia di Eropa. Kasus serupa pernah mengguncang Amerika Serikat sekitar delapan tahun lalu. Pastor Lawrence Murpy adalah seorang rohaniwan populer yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap 200 anak laki-laki di Sekolah Tuna Rungu St John di St Francis, Wisconsin, AS antara tahun 1950-1974.
Berdasarkan dokumen gereja, seorang uskup menulis surat kepada badan pengawas moral Vatikan tahun 1996. badan itu dipimpin Kardinal Joseph Ratzinger - kini Paus Benedictus XVI, untuk mempertanyakan kasus Pastor Murphy. Sebuah pengadilan kanonik kemudian diusulkan oleh asisten Kardinal Ratzinger namun kemudian tidak jadi dilaksanakan karena muncul keberatan dari seorang uskup.
Pastor Murphy juga pernah menulis surat kepada Kardinal Ratzinger mengatakan dia tengah sakit dan ingin menghabiskan hidupnya dalam kebahagiaan hidup sebagai biarawan.
Juru bicara Paus Federico Lombardi mengatakan berkas kasus Pastor Murphy baru diketahui Vatikan tahun 1996 atau dua dekade setelah keuskupan Milwaukee, Wisconsin mempelajari kasus itu dan hanya dua tahun sebelum Murphy meninggal dunia. Vatikan, kata Lombardi, saat itu sudah meminta Keuskupan Milwaukee melarang Pastor Murphy melakukan pelayanan publik dan meminta Pastor Murphy bertanggung jawab atas perbuatannya.
Sementara itu juru bicara kepausan mencatat polisi saat itu memang menyelidiki dugaan pelecehan seksual itu namun tidak pernah menjadikan Pastor Murphy sebagai tersangka. [Rep]
Masuk: 26 Mar 2010 (16:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi