| Berita lainnya |
Pastor Casimir Song Yul-sup, sekretaris Gerakan Pro-Life Konferensi Waligereja Korea mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Senin untuk menentang penjualan obat kontrasepsi "ellaOne".
Korea Food & Drug Administration memberi persetujuan atas penjualan obat tersebut sesuai resep dokter pada tanggal 14 Juli.
Obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Prancis, HRA Pharma, bisa efektif selama lima hari setelah melakukan hubungan badan tanpa alat pelindung, sementara yang saat ini digunakan di Korea Selatan hanya bisa tahan selama tiga hari setelah berhubungan badan.
Dalam pernyataan tersebut Pastor Song mengatakan bahwa persetujuan itu dibuat "secara tergesa-gesa, tanpa riset memadai akan efek samping dari obat tersebut, dan tanpa kesepakatan bersama."
"Sangat disesalkan, dan pemerintah sangat tidak bertanggungjawab," lanjut pernyataan itu.
Menurut dia, Ulipristal yang menjadi bahan utama tidak hanya mencegah pembuahan (ovulasi) tapi juga menyuntikkan kimia untuk aborsi.
Pil EllaOne sudah dipasarkan di Eropa dan Amerika Serikat. []
© Cath News
Masuk: 21 Jul 2011 (08:33 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi