| Berita lainnya |
Tindakan tegas JK itu disampaikan Sekum PGI, Pdt Dr Richard M Daulay, seusai bertemu wapres di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/08) kemarin. “Ada tiga hal yang disampaikan wapres, yakni jami-nan keamanan di Kantor PGI, perbaiki kantor yang rusak, dan jalin silaturahmi dengan pengurus PGI,” ungkap Daulay.
Turut hadir dalam pertemuan itu, adalah Ketua PGI Pdt Yan Aritonang dan Bendahara Umum PGI, Pdt Kumala Setiabrata. “Tadi wapres telepon langsung Gubernur DKI Fauzi Bowo,” tambah Daulay. Dia menjelaskan kehadiran mereka di wapres untuk melaporkan kejadian yang terjadi di Kantor PGI.
Daulay sendiri menyesalkan karena penyerangan itu dilakukan ke kantor pelayanan umat Kristen Indonesia. Penyerangan itu bisa merusak kerukunan umat beragama di Indonesia. “Wapres turut prihatin atas kejadian yang terjadi. Tetapi, kami sepakat bersama wapres agar masalah ini tidak dipolitisasi menjadi isu agama,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Daulay juga mengemukakan agar Satpol PP yang melakukan penyerangan diproses secara hukum. Dia juga menyesalkan penyerangan Satpol PP harus terulang dua kali. Padahal Rabu (27/08) lalu, Wagub DKI Prijanto telah meminta maaf atas penyerangan yang dilakukan Selasa lalu.
Sementara dari Manado, Ketua Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Sulut, Sandy Lantang SPd mendesak, agar pemerintah menindak tegas pelaku pengrusakan Kantor PGI, dan menangkap aktor intelektual di belakangnya. Karena cara-cara seperti itu hanya dilakukan oleh preman-preman kampung. Apalagi yang melakukannya adalah Pol-PP, yang notebene adalah unsur pemerintah. “Tugas pemerintah harus memberikan perlind-ngan, bukannya merusak. Jadi ini harus diusut tuntas,” tegas Lantang seraya meminta agar masyarakat umum tidak terpancing, agar kejadian ini tidak dimanfaatkan oleh segelintir pihak atau kelompok tertentu. GSKI juga mengajak warga gereja untuk menggumuli kejadian ini dalam doa. “Kita doakan saja supaya proses hukum atas kejadian ini dapat selesai secepat mungkin,” pungkasnya. [hkm]
Masuk: 01 Sep 2008 (00:43 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi