| Berita lainnya |
"Ada 500.000 pengungsi Kristen di negara-negara tetangga. Jadi, posisi kami sangatlah jelas bagi pemerintah. Orang-orang ini tidak akan pulang sebelum mereka memiliki tempat untuk pulang," kata juru bicara Aliansi Assyria, Ken Joseph.
Joseph bersama-sama dengan 16 organisasi Kristen Irak lainnya telah melakukan pertemuan untuk membentuk provinsi Kristen. Alasan mereka, warga Kristen Irak kini menghadapi ketakutan sejak mereka dijadikan target utama oleh kelompok ekstrimis Irak. Mereka menghadapi dilema antara meninggalkan tanah air atau tetap bertahan mengikuti seruan pemimpin mereka.
Pada tahun lalu, sekelompok orang kaya Kristen telah mengucurkan dana jutaan dollar ke Dataran Niniwe untuk membangun gereja-gereja, sekolah dan rumah bagi orang-orang Kristen yang tersingkirkan.
"Gagasannya adalah agar kami memiliki tempat untuk bersembunyi, memiliki bendera kami sendiri, pemerintah sendiri dan tentara keamanan sendiri," kata Paulus Mangeshi dari Kultur Kasdim.
Diperkirakan ada 1 juta orang Kristen yang tinggal di Irak sebelum 2003. Namun, sejak terjadi invasi Amerika, jumlahnya menurun drastis hingga separuh dari jumlah tersebut.
Joseph dan warga Kristen lainnya berharap dengan adanya pembentukan provinsi Kristen, maka orang-orang Kristen di pengungsian dapat termotivasi untuk pulang ke tanah air mereka. []
© CBN
Masuk: 17 Des 2010 (02:16 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi