| ||
| Berita lainnya | ||
Pada hari Selasa (23/2) para penyerang melewati rumah salah satu keluarga Kristen di Mosul, mereka kemudian menembakkan sejumlah tembakan dari mobil mereka, sebagaimana dilaporkan oleh kelompok advokasi Kristen Open Doors AS.
"Kemudian mereka memaksa masuk ke dalam rumah dan menembak mati seluruh anggota keluarga. Bahkan, mereka membuang mayat-mayat keluarga itu keluarga sebagai peringatan keji bagi yang lain," kata pekerja Open Doors di Irak, yang tidak mau menyebutkan namanya.
Pada hari yang sama, seorang bapak dan dua saudara laki-laki dari seorang imam Katolik Asyria, Mazin Ishoo, juga dibunuh di rumah mereka di Mosul, kata sumber-sumber Katolik dan Open Doors.
Minggu lalu, empat orang Kristen lainnya terbunuh, termasuk dua orang siswa bernama Zaya Toma dan Ramsen Shamael, bersama-sama dengan warga Mosul lainnya, Najeem Fatoohy dan Rayan Salem.
Pada 20 Februari, satu lagi mayat orang Kristen, Adnan Aldhan, ditemukan di depan pintu salah satu keluarga Kristen.
Kekerasan-kekerasan di Irak telah mendorong terjadinya gelombang pengungsian.
Beberapa kelompok hak asasi manusia menghubungkan serangan-serangan terhadap warga Kristen dengan upaya-upaya kaum militen untuk mengacaukan daerah itu menjelang pemilihan anggota parlemen pada 7 Maret mendatang. [wn]
⇒ 26 Feb 2010 (17:25 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi