| ||
| Berita lainnya | ||
Para demonstran, yang berasal dari kalangan Muslim dan Kristen, juga memprotes meningkatnya ketegangan sektarian di negeri itu, terutama pada malam Natal.
Pemerintah telah berupaya mengurangi ketegangan ini dengan mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada malam Natal bukanlah konflik keagamaan.
Di Mesir, apabila warga Muslim hendak mendirikan tempat ibadah, maka mereka cukup meminta persetujuan dari pemerintahan kota. Namun, orang-orang Kristen Koptik tidak. Mereka memerlukan tanda tangan presiden baru bisa mendirikan rumah ibadah.
Sepuluh persen warga Mesir adalah penganut Kristen Koptik. Mereka mengalami perlakuan tidak setara dengan warga Muslim, sehingga mereka seringkali mengajukan protes untuk mendapatkan kesamaan hak dengan warga mayoritas Mulism. [wp]
⇒ 05 Feb 2010 (13:04 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi