| Berita lainnya |
Sejak ditunjuk menjadi direktur Temple Institute, tugas utama Glick adalah mengawasi pembuatan perlengkapan-perlengkapan Bait Suci yang nantinya akan digunakan oleh imam-imam besar ketika hari itu tiba.
Mahkota-mahkota dan berbagai perangkat dibuat dari emas murni dimasukkan dalam kotak kaca di museum Temple Institute di Kota Tua Yerusalem.
Artifak-atifak lainnya, termasuk guci tembaga, terompet yang terbuat dari perak dan pakaian-pakaian, yang akan digunakan oleh Imam Besar, ditenun menggunakan benang emas.
Jadi, kapan persisnya peristiwa itu akan terjadi?
"Itu adalah pertanyaan yang sangat bagus," kata Glick kepada surat kabar Australia, The Sydney Morning Herald.
"Apa yang kita ketahui adalah bahwa sekarang kita hidup dalam zaman mujizat dan semua mujizat itu telah dinubuatkan dalam Kitab Suci sama seperti yang akan terjadi pada akhir zaman. Itu bisa saja terjadi besok, tetapi bisa juga 100 tahun lagi, atau bahkan 400 tahun."
Jason Koutsoukis, kontributor surat kabar The Sydney Morning Herald, mewawancarai Glick di salah satu restoran terkenal di Israel, Quarter Cafe, yang terletak di sektor Yahudi di Kota Tua Yerusalem, dimana mereka bisa melihat ke arah situs keagamaan yang paling diperebutkan di dunia.
Orang-orang Yahudi menyebutnya Temple Mount atau Gunung Moriah, yaitu tempat yang disebut Batu Penjuru, yang kudus dari yang paling kudus, dimana mereka percaya bahwa di situlah TUHAN membentuk Adam dari debu tanah.
Orang-orang Muslim menyebutnya Haram al-Sharif. Ini adalah situs tersuci ketiga bagi umat Muslim, dimana mereka percaya di situlah Nabi Muhammad terangkat ke surga.
Bagi orang-orang Yahudi, Temple Mount juga dipercaya sebagai situs dimana Bait Suci pertama dibangun oleh Raja Salomo. Bait Suci ini hancur dan Bait Suci Kedua dibangun kembali sekitar tahun 500 SM, sebelum kemudian dihancurkan oleh tentara Romawi. Saat ini, orang-orang Yahudi menantikan pembangunan kembali Bait Suci ketiga yang menurut mereka akan dibangun pada saat Mesias datang.
"Itulah sebabnya kami telah menyiapkan dua arsitek," kata Glick. "Ini akan menjadi bangunan modern, lengkap dengan tempat parkir dan elevator, tetapi arsitekturnya akan sama dengan Bait Suci kedua."
Museum Temple Institute memiliki model arsitektus Bait Suci Ketiga dalam skala besar. Tingginya diperkirakan akan mencapai 60 meter.
Saat ini, Temple Mount didominasi oleh Masjid al-Aqsa dan Dome of the Rock.
"al-Aqsa bisa tetap eksis," kata Glick. "Ia tidak berada persis di Temple Mount. Tetapi, kami akan membangunnya di atas Dome of the Rock. Mungkin kami akan menemukan cara untuk memasukkannya ke dalam Bait Suci Ketiga."
Glick mengatakan bahwa Bait Suci Ketiga akan menjadi sebuah rumah doa bagi semua penganut iman monoteis, yaitu Kristen, Muslim dan Yahudi.
Temple Institute mendapatkan dukungan dana dari tur injili Amerika. Sumbangan mereka cukup besar. Sampai sejauh ini total sumbangan yang telah digunakan untuk persiapan mencapai 27 juta dollar AS.
"Kami memulai dengan seratus juta dollar," kata Glick. "Ada sekitar 70 juta orang-orang Kristen injili di dunia, dan sebagian besar dari mereka telah menjadi pendukung kuat Israel."
Biasanya, Israel melarang orang-orang Yahudi berkunjung ke Temple Mount, sebab wilayah itu adalah wilayah yang sangat sensitif. Pada tahun 2000, pemimpin oposisi Israel, Ariel Sharon, pernah berkunjung ke wilayah itu. Kunjungan itu memicu gelombang kekerasan yang kemudian dikenal sebagai intifadhah kedua.
"Temple Institute menjadi gerakan sayap kanan yang cenderung melakukan provokasi," kata Khatem Abdel Kaber, pejabat Otorita Palestina. [smh]
Masuk: 18 Nov 2009 (19:08 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi