| Berita lainnya |
Warga memrotes hal itu tidak saja karena menganggap pameran tersebut telah melecehkan agama tertentu, tapi juga dianggap telah mengumbar pornografi secara terbuka. Dalam aksinya, massa membawa papan tulis yang di antara pesannya menolak keras aksi pornografi: "Tidak ada uang pajak untuk pornografi," "Ini adalah kejahatan benci, dan" Kami memiliki hak untuk melindungi keluarga kami. ".
Dalam pameran yang digelar sejak 10 September itu tak hanya Yesus yang digambarkan sedang berhubungan badan, tokoh-tokoh Kristen lain pun juga digambarkan dengan tidak sopan. Ironisnya salah seorang yang bertanggung jawab dalam pameran tersebut, Chagoya kepada FOX News justru mengaku seorang Kristen – berdalih sebagai ekspresi keprihatinannya terhadap gereja dan lembaga agama.
"Seluruh ide kerja tersebut adalah untuk menyatakan kegelisahan pribadi saya tentang gereja dan lembaga agama. Ini bukan tentang iman dan kepercayaan pribadi. Saya menghormati keyakinan itu. Aku dibesarkan sebagai Kristen, ujar Chagoya. []
© Reformata
Masuk: 07 Okt 2010 (16:25 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi