| Ensiklopedi lainnya |
Tulisan-tulisannya membuktikan bahwa ia adalah seorang yang terpelajar sekaligus sebagai bukti terhadap budaya dimana ia tumbuh, kekuatannya sebagai seorang filsuf dan ahli pidato, penghargaannya terhadap watak intelektual di zamannya, dan terhadap cara ia menikmati dan kebijaksanaannya dalam bersepakat dengan lawan-lawannya yang sangat tangguh yang banyak mengkritik agamanya.
"Apologia," yang diperkirakan ditulis antara 176 atau 177 M, bukanlah sebuah pembelaan lisan terhadap kekristenan (sebagaimana disarankannya judul Presbeia "Kedutaan Besar") melainkan sebuah tulisan yang cermat mengenai keadilan bagi orang-orang Kristen yang dibuat oleh seorang filsuf berdasarkan latar belakang filosofis kepada Kaisar Marcus Aurelius dan anaknya Commodus, si penakluk. Lebih dari itu, tulisan tersebut ditujukan kepada para filsuf.
Keberatannya yang pertama adalah terhadap diskriminasi yang tidak masuk akal dan tidak adil yang melawan orang-orang Kristen serta fitnah yang mereka alami (i-iii), yang kemudian dilanjutkan dengan tanggapan terhadap kaum ateis (iv). Ia menetapkan prinsip monoteisme, mengutip puisi pagan dan para filsuf dalam mendukung doktrin yang dikutuk orang-orang Kristen (v-vi), dan ia menunjukkan kepercayaan orang-orang Kristen kepada Allah yang melebihi kepercayaan pagan (vii-viii). Ini merupakan demonstrasi pertama yang sangat kuat mengenai keesaan Allah dalam literatur Kristen yang dilampirkan dalam eksposisi tentang Trinitas (x).
Dalam tulisannya itu juga, Athenagoras berusaha menjelaskan tentang sikap orang-orang Kristen yang tidak mau menyembah dewa-dewa nasional (xii-xiv) dengan mengutip panjang lebar puisi-puisi pagan dan para filsuf untuk mendukung pendapatnya (xv-xxx). Akhirnya ia menjawab persoalan ke-tidak-bermoral-an dengan mengekspos kemurnian orang-orang Kristen dan kesucian pernikahan yang tak boleh dilanggar. Ia juga menjawab soal kanibalisme dengan menunjukkan penghargaan yang sangat tinggi terhadap kehidupan manusia yang dilakukan oleh orang-orang Kristen, dimana orang-orang Kristen mengharamkan aborsi (xxxi-xxxvi).
Risalah "Kebangkitan Tubuh" merupakan eksposisi doktrin yang lengkap dalam literatur Kristen, ditulis setelah "Apologia." Athenagoras membela doktrin-doktrin yang kemudian dikemukakan oleh filosofi kontemporer.
______________________
Sumber: John B. Peterson, "Athenagoras" dalam The Catholic Encyclopedia vol. II edisi online, New York: K. Knight, 2003
Masuk: 31 Mar 2009 (21:07 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi