| Ensiklopedi lainnya |
Philo mendapatkan pendidikan Yahudi, ia belajar hukum dan tradisi bangsanya, tapi kemudian ia juga mengikuti pendidikan Yunani (tata bahasa, puisi, geometri, retorika, dialektika) yang kemudian mendukungnya untuk mendalami filsafat. Ia kemudian dianggap sebagai filsuf pertama yang memahami teori-teori stoiki, dialog-dialog Plato, karya-karya neo-Phytagoras, dan literatur moral yang terkenal hasil dari Cynicisme.
Ia kemudian lebih tertarik pada persoalan moral komunitasnya. Episode terkenal dari hidupnya yaitu pelayarannya ke Roma pada tahun 39 M; ia dipilih sebagai ketua delegasi untuk memprotes status kerajaan di sinagoge pada masa Caius Caligula. Setelah kematian Caius (41 M) tidak lagi ditemukan berita tentang dirinya.
Philo banyak menulis komentar terhadap Taurat Musa. Ia menggunakan Septuaginta sebagai sumbernya dan memunculkan tafsiran-tafsiran baru yang berbeda dari komentar-komentar para Rabbi Palestina. Philo menganggap bahwa tidak ada tradisi bangsa yang menganggap bahwa non-Yahudi berada di luar Yudaisme, maka ia sama sekali meninggalkan janji-janji Mesianik. Ia lebih melihat Yahudi sebagai agama universal.
Ia kemudian menambahkan gagasan tentang alam ke dalam gagasan universalitas moralnya. Hal ini dipengaruhi oleh filsafat Stoiki. Ia mengidentikkan preskripsi Musa dengan hukum alam.
Ia mentransformasikan kekuatan kosmik dalam filosofi dan agama Yunani ke dalam kekuatan moral. Kebijaksanaan ilahi tanpa ragu ia anggap sama dengan Isis dalam risalah Plutarkh, ibu dunia, namun di atas semua ibu kebaikan dalam jiwa yang saleh. "Manusia Ilahi" lebih dilihat sebagai kesadaran moral manusia dibanding sebagai prototipe atau ideal. Roh Ilahi ditransformasikan dari material ke dalam prinsip inspirasi moral.
Philo berusaha menghilangkan setiap material perantara antara manusia dan Tuhan. Ia berbicara tentang Logos tou Theou yang menurut kaum Stoiki adalah pengikat antara bagian yang berbeda di dunia, dan menurut kaum Heraklitean adalah sumber oposisi kosmik. Menurut Philo, Logos yang dimaksud oleh kaum Stoiki dan Heraklitean itu adalah Firman Tuhan yang menyatakan Tuhan kepada jiwa dan ketenangan gairah/nafsu.
_____________________
Sumber: Emile Bréhier, "Philo Judæus" dalam dalam The Catholic Encyclopedia vol. II edisi online, New York: K. Knight, 2003
Masuk: 31 Mar 2009 (21:04 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi