| ||
| Sejarah lainnya | ||
Injil Orang Ebion (selanjutnya ditulis I.Ebi) diberi nama demikian karena kutipan-kutipan injil ini muncul di dalam sebuah tulisan Epifanius dari Salamis (315-403 M) yang membahas suatu komunitas Yahudi-Kristen yang disebut orang Ebion (kata Ibrani; artinya “miskin”); selain itu, hampir semua kutipan I.Ebi memuat pandangan teologis yang cocok dengan pandangan orang Kristen-Yahudi Ebion yang dapat diketahui dari sumber-sumber lain (misalnya dari Irenaeus, dan juga dari tulisan Yahudi-Kristen yang berjudul Pseudo-Klementin, Homili, dari abad ke-4).
Meskipun Epifanius dua kali menyatakan bahwa I.Ebi dikenal sebagai “Injil Ibrani” (I.Ebi 2 dan 6), namun dari kutipan-kutipan yang disampaikan Epifanius kita tahu bahwa komunitas Ebion atau penyusun I.Ebi mengikuti teks Yunani dari injil-injil sinoptik (Markus, M atius, dan Lukas), sehingga kita hanya dapat sedikit ragu bahwa injil ini aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.
Dilihat dari jenis sastranya, I.Ebi adalah suatu injil naratif; dekat dengan Injil Matius tetapi juga memiliki hubungan yang kentara dengan Injil Markus dan Injil Lukas. Dilihat dari bagaimana penyusun ini menulis dan menyusun injilnya ini, I.Ebi paling pas jika digolongkan sebagai suatu harmoni (penyelarasan) ketiga injil sinoptik, dengan perluasan dan pengurangan editorial di sana-sini yang mencerminkan kecenderungan teologis penyusunnya.
Epifanius memuat tujuh kutipan dari I.Ebi di dalam karyanya, Bidah 30, yang ditulisnya pada tahun 375 M. Jadi, injil ini pasti sudah ada sebelum tahun ini. Petunjuk lain yang perlu diperhatikan didapat dari seorang penulis Kristen lain yang bernama Irenaeus (sekitar 140-200), yang mungkin sekali merupakan saksi paling awal atas keberadaan orang Ebion.
Irenaeus, pada tahun 175, melaporkan bahwa komunitas Kristen-Yahudi Ebion memakai hanya Injil Matius; dan juga bahwa komunitas ini menolak pandangan Kristen tentang kelahiran perawan (virgin birth). Ini berarti bahwa orang Ebion pastilah memakai suatu injil yang mirip dengan Injil Matius, dan bukan Injil Matius kanonik yang, kita tahu, berisi pasal tentang kelahiran Yesus dari perawan Maria.
Injil komunitas Ebion ini bisa tersaru dengan Injil Matius, tetapi tidak berisi kisah kelahiran perawan. Tulis Epifanius, I.Ebi adalah Injil Matius yang “sudah tidak lengkap lagi dan sudah dipotong dan sudah tidak asli” dan sudah tidak memiliki silsilah Yesus (I.Ebi 1b dan 2). Maka hampir bisa dipastikan bahwa injil yang digunakan orang Ebion adalah I.Ebi yang sebagian daripadanya dikutip Epifanius, yang tidak berisi kisah kelahiran dan silsilah Yesus.
Jenisnya sebagai suatu harmoni tiga injil sinoptik, seperti sudah dikatakan di atas, memberi kita suatu petunjuk lain bahwa I.Ebi pasti sudah ditulis pada paruhan pertama abad kedua M, sebab dalam ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
Ioanes Rakhmat
Pemikir Kristen
⇒ 14 Ags 2009 (15:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi