| IPTEK lainnya |
Kini, para peneliti di Tel Aviv University (TAU) telah menemukan bahwa "sprites" bukanlah fenomena yang hanya terjadi di bumi.
Yupiter dan Saturnus mengalami badai petir dengan kilat yang 1.000 kali lebih kuat dibandingkan yang ada di bumi, kata Daria Dubrovin.
Penemuan ini mendorong para peneliti untuk mencari tahu kemungkinan adanya petir di planet-planet lain dengan tujuan bukan saja sekedar untuk mengkaji dampaknya bagi peralatan teknologi yang digunakan dalam program-program ruang angkasa, melainkan lebih dari itu bahwa penemuan ini bisa menjadi petunjuk akan keberadaan kehidupan di luar sana.
Bersama-sama dengan para supervisornya, yaitu Colin Price dari Departemen Geofisika dan Planetary Sciences TAU dan Yoav Yair dari Open University Israel, serta dibantu oleh Ute Ebert dan Sander Nijdam dari Eindhoven Tchnical University Belanda, Dubrovin berhasil menciptakan ulang atmosfer-atmosfer planet di laboratorium untuk mempelajari keberadaan sprites di ruang angkasa.
Mereka mencoba menciptakan ulang atmosfer Yupiter, Saturnus dan Venus dalam wadah kecil dengan sebuah rangkaian yang menghasilkan tegangan pendek untuk meniru sprites alami.
Gambar-gambar yang dihasilkan diperoleh dengan bantuan sebuah kamera yang cepat dan sensitif untuk kemudian dianalisa berdasarkan kecerahan, warna, ukuran, radius dan kecepatan agar dapat diketahui kekuatan petir itu yang sebenarnya.
Penelitian ini akan mengarah pada pemahaman baru mengenai proses-proses kimia dan petir di Yupiter, Saturnus dan Venus.
Berdasarkan teori yang diyakini oleh para ahli saat ini, petir merupakan pembangkit molekul-molekul organik yang menyebabkan munculnya kehidupan di bumi pada masa lampau. []
Masuk: 05 Jan 2012 (05:34 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi