| Eksklusif Papua lainnya |
Teriakan-teriakan Papua Merdeka beberapa kali terdengar bersahut antara peserta dan masyarakat. Mereka berpendapat tuntutan orang Papua hanya satu yaitu "M" atau Merdeka.
Sarasehan dipimpin Dirjen Kesbangpol Departemen Dalam Negeri Ahmad Tanri Bali, Ketua Dewan Adat Keerom Hubertus Kwambre, Sekjen Aliansi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia dan mediator Pastor John Jonga.
Peserta ditaksir seratusan warga dab bertempat di rumah adat Keerom di Arso. Dalam forum itu, Presiden Komite Nasional Papua Barat Terianus meminta jaminan dari dirjen bahwa setiap perkataan/uneg-uneg peserta dan masyarakat dalam sarasehan itu tidak berujung pada masalah hukum serta intimidasi dari aparat dan intelijen.
Menanggapi permintaan ini, dirjen mengatakan akan berkoordinasi dengan Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih. Ia pun menjamin setiap aspirasi dan masukan akan disampaokan secara utuh ke Menteri. "Semua masukan baik lisan atau tertulis atau video akan saya laporkan secara utuh tanpa dikurangi," ujarnya.
Terianus dan belasan peserta yang berbicara, berpendapat masyarakat Papua dianaktirikan Indonesia. Setiap bersikap, mereka dituding masuk gerakan separatis. "Karena itu lebih baik kami merdeka saja," ujar Terianus Yoku. [Kmp]
Masuk: 20 Ags 2009 (16:21 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi