| Eksklusif Papua lainnya |
Perselisihan dan keributan antar kelompok di Papua memang kadang terjadi akibat pergesekan masalah sosial dan budaya, namun seperti ibarat bensin dan api, kadang pihak-pihak tertentu yang memiliki motivasi politik menggunakan kesempatan-kesempatan tersebut untuk memancing ikan di air yang keruh. Para elite politik di Papua diminta lebih ‘bernurani’ untuk meraih kekuasaan secara elegan dan terhormat.
Kadang permasalahan-permasalahan masyarakat ini juga terlalu dibesar-besarkan oleh media-media yang mencari berita sensanional sehingga opini yang terbentuk dan berkembang di luar Papua memandang bahwa Papua adalah daerah yang ‘kurang aman,’ baik untuk investasi maupun untuk kegiatan lainnya. Stigma miring tentang keamanan Papua memang dipertegas melalui pemberitaan media tentang kasus yang sedang terjadi di PT Freeport Timika, Papua. Padahal apa yang terjadi di Timika maupun di Sentani, Jayapura, tidaklah dapat dikatakan bahwa Papua secara keseluruhan tidak aman.
Seperti Kota Bogor di tengah Pulau Jawa, mungkin demikianlah keberadaan Timika atau Sentani di Pulau Papua, artinya, masih banyak daerah, kota dan wilayah lain di Papua yang tidak terkena dampak atas kejadian yang terjadi di lokasi-lokasi tesebut.
Ibarat terjadi demo di bunderan Hotel Indonesia Jakarta, tapi bukan berarti Jakarta sedang terjadi kerusuhan akibat demo tersebut.
Jadi apabila lebih tegasnya, Papua adalah daerah yang sangat menjanjikan untuk usaha dan berinvestasi, masih banyak hal positif yang dimiliki Papua, dan yang penting untuk setiap pihak dapat mewujudkan Papua sebagai Tanah yang Damai. [ ]
Masuk: 26 Ags 2009 (15:26 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi