| Eksklusif Papua lainnya |
Sekumpulan mahasiswa yang saat itu sedang tidur diminta menulis data pribadi antara lain nama, umur, alamat di Papua, serta sejak kapan tinggal di Jakarta. Koordinator Komunitas Masyarakat Adat Papua Anti Korupsi, Kampak Papua, Dorus Wakum menyesalkan tindakan TNI/Polri. Kondisi tersebut menambah trauma bagi masyarakat Papua.
"Sebagai generasi muda anak bangsa saya jelas tidak terima dengan tindakan aparat polisi maupun TNI dan Intelijen negara yang melakukan intimidasi. Apakah adik-adik saya dan saya itu adalah teroris atau penjahat terhadap negara ini sehingga mereka digeledah dengan menendang pintu. Apabila mahasiswa-mahasiswa ini terus diteror, maka sekali lagi kami minta Presiden SBY pulangkan kami ke Papua.
Dorus Wakum mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Kontras.
Sementara itu Juru bicara Kepolisian Saud Usman Nasution dan juga Juru Bicara Kepolisian Jakarta Baharuddin Djafar mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Keduanya berjanji akan mengecek informasi ini. []
© KBR68H
Masuk: 11 Nov 2011 (23:39 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi