| Serbi-serbi lainnya |
Orang-orang yang bersenjata itu--diyakini berasal dari kelompok Abu Sayyaf, yang berkaitan dengan al Qaida--menyerbu ke dalam rumah Orlando Fajardo di ibukota kepulauan Basilan, Isabela, Kamis malam. Mereka menculik profesor tersebut, kata Wakil Gubernur Al Rasheed Sakalahul.
"Ini benar-benar peristiwa buruk. Empat orang bersenjata menculik Fajardo dari rumahnya. Kami telah mengerahkan pasukan keamanan untuk penculikan terakhir tersebut," kata Sakalahul kepada para wartawan.
Fajardo, seorang ahli teknik, juga adalah wakil rektor dari Basilan State College, kata Sakalahul.
Abu Sayyaf adalah kelompok kecil garis keras yang dicatat oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai kelompok teroris yang dicari. Ia telah dituding sebagai pelaku aksi penculikan yang keji di Filipina selatan, di samping melakukan serangan terburuk.
Fajardo diculik sehari setelah kelompok garis keras Abu Sayyaf memenggal kepala seorang warga Filipina. Mereka juga menculik dua orang lagi dari satu pabrik pengilangan kayu pada bulan lalu.
Kepala Mark Singson ditemukan di dalam tas plastik di satu taman Rabu (9/12), setelah pemilik perusahaan Hitech Wood Craft Co., tempat mereka bekerja, gagal membayar uang tebusan yang diminta.
Korban lain, Micahel Tan (27) dan Oscar Lu (51) diizinkan untuk menghubungi majikan mereka Rabu, namun tidak ada sepatah katapun mengenai bagaimana nasib mereka.
Kelompok penculik menuntut uang tebusan 1,5 juta peso (32.500 dolar AS) untuk pembebasan ketiga sanderawan tersebut. Polisi mengatakan mereka meyakini bahwa Tan dan Lu diduga buruh migran gelap China yang dipekerjakan oleh pabrik kayu itu.
Abu Sayyaf juga dituding melakukan pemenggalan kepala seorang kepala sekolah di Jolo bulan lalu, hanya selang beberapa hari, sebelum Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton tiba di Manila untuk memperkuat hubungan keamanan.
Pada September lalu, dua tentara AS tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di Jolo, dalam serangan yang dilakukan kelompok militan terhadap pasukan Amerika.
Serangan-serangan Abu Sayyaf telah menyebabkan sedikitnya 48 tentara Filipina tewas dan 70 gerilyawan menemui ajal sejak Januari lalu, demikian menurut perhitungan AFP berdasarkan laporan-laporan militer.
Abu Sayyaf juga dituding melakukan pemboman feri di Teluk Manila pada 2004, sehingga menewaskan lebih dari 100 orang, yang dikenal sebagai serangan teror terburuk di negara itu dalam beberapa tahun belakangan ini. [rep]
Masuk: 11 Des 2009 (12:22 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi