| Serbi-serbi lainnya |
Abu Sufyan al-Azdi mengatakan bahwa keterlibatan Sekretaris Negara AS, Hillary Clinton, dan mantan menteri luar negeri Iran, Manouchehr Mottaki, dalam suatu konferensi yang membahas tentang terorisme di Yaman merupakan "bukti kuat aliansi Kristen-Syi'ah."
"Amerika dan Iran menjadi satu aliansi melawan umat Sunni di wilayah tersebut," kata pemimpin AQAP yang pernah dipenjarakan di Guantanamo tersebut dalam pesan audio berdurasi 16 menit.
al-Azdi merujuk pada Dialog Manama, dialog tahunan yang diadakan pada Desember tahun lalu oleh sebuah lembaga studi strategis internasional yang bermarkas di London. Dalam Dialog Manama, dibahas mengenai pentingnya keamanan regional di Timur Tengah.
al-Azdi juga memperingatkan kaum Sunni di Yaman bahwa mereka beresiko menjadi korban pembantaian massal di bawah kekuasaan pemberontak Shi'ah Zaidi di utara, yang juga dikenal dengan nama Huthi.
"Wahai kaum Sunni, waspadalah dari pembantaian massal... itu sudah terjadi di Irak, Lebanon dan Yaman akan mengalami itu jika kamu tidak siaga... persiapkan dirimu sebelum terlambat... belilah senjata... lindungi agamamu, kehidupanmu dan kehormatanmu."
Yaman yang merupakan kampung halaman pemimpin tertinggi al-Qaidah, Osama bin Laden, telah menjadi fokus operasi jaringan global al-Qaidah.
Dalam pernyataan mereka pada 25 November tahun lalu, al-Qaidah mengeluarkan ultimatum kepada para pemberontak Huthi. Mereka mengancam akan melakukan serangan-serangan baru terhadap kelompok itu. []
© AFP
Masuk: 30 Jan 2011 (01:44 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi