| Serbi-serbi lainnya |
Dilaporkan manuver militer gabungan "Tantangan Keras 12" itu akan melibatkan kapal antirudal AS dan personel militer Israel itu, dan digelar pada bulan Januari ini.
Sebelumnya, pada 3 Desember 2011, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memperingatkan bahwa Israel sedang menghadapi peningkatan isolasi di Timur Tengah. Dia mendesak Tel Aviv untuk mengambil langkah-langkah diplomatik guna mengatasi masalah itu."Selama tahun lalu, kita melihat peningkatan isolasi Israel dari mitra keamanan tradisional di kawasan," kata Panetta pada sebuah pertemuan di Brookings Institution sebulan lalu.
Pengumuman digelarnya manuver militer gabungan Israel dan AS berlangsung tidak lama setelah Iran berhasil menggelar latihan perang Velayat 90 selama 10 hari sejak 24 Desember 2011 hingga 2 Januari 2012 yang membentang dari timur Selat Hormuz di Teluk Persia hingga Teluk Aden.
Iran Konsolidasi Kekuatan
Sementara itu, dalam waktu dekat Iran akan melakukan konsolidasi kekuatan ke beberapa negara sekutunya di Amerika Latin. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dijadwalkan akan mengunjungi koleganya Presiden Venezuela, Hugo Chavez di Caracas, Ahad (8/1).
Kunjungan Ahmadinejad ini merupakan agenda lima hari perjalanannya di berbagai negara Amerika Latin. Kepergian Ahmadinejad ini dirancang untuk membahas kondisi sanksi internasional yang diberikan Amerika dan sekutunya kepada negara Teluk Persia tersebut.
Menteri Energi Iran, Majid Namjoo yang ikut serta dalam rombongan mengatakan, selain bertemu Chavez, Ahmadinejad juga berencana menghadiri pengambilan sumpah Pesiden Nikaragua, Daniel Ortega dan lanjut berkunjung ke Kuba, Ekuador dan Guatemala.“Kunjungan ini juga bertujuan untuk kembali mempererat hubungan dagang dengan negara-negara Amerika Latin,” ujar Majid dalam Guardian, Sabtu (7/12).
Seorang profesor Studi Internasional di Universidad Central de Venezuela, Maria Teresa Romero mengatakan, perjalanan politik tersebut bermakna sebagai sinyal peringatan ke Washington bahwa Iran tidak sendiri. Menurutnya kunjungan Presiden Iran ini adalah bentuk pesan yang jelas bagi Amerika di saat situasi yang semakin menegangkan saat ini.“Bahwa kami bisa berkunjung ke halaman belakang Amerika ketika kami mau,” kata Maria.
Dan itu, jelas dia, akan terlihat dalam kunjungan lima hari mendatang. Karena beberapa negara yang ia kunjungi tersebut adalah negara dengan kebijakan anti-Amerikanya yang terkenal. []
Masuk: 07 Jan 2012 (12:02 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi