| Serbi-serbi lainnya |
Hal ini diumumkan media setempat setelah berhubungan dengan kepala dinas keamanan bandara, Ahmad Mohammad Bin Thani.
Apa yang disebut full-body scanner dianggap melanggar privasi para penumpang dan kebebasan individual.
Alat ini mempertunjukkan apakah ada suatu kejanggalan di tubuh atau pakaian seorang penumpang.
Namun, menurut Bin Thani keamanan di bandara sudah memenuhi standar internasional dan untuk sementara tidak ada perubahan dalam kebijakan keamanan. [ ]
© Republika
Masuk: 07 Jul 2010 (13:48 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi