| Serbi-serbi lainnya |
Sedangkan Amerika Serikat, yang merupakan mitra erat Israel, sudah mengancam akan memveto langkah itu. Alasannya, hanya perundingan langsung Israel-Palestina yang dapat menciptakan sebuah negara Palestina berdaulat.
Presiden AS, Barack Obama mengatakan, permohonan Palestina lewat PBB merupakan jalan pintas tidak realistis. “Hal itu tidak akan menciptakan perdamaian sesungguhnya yang langgeng antara Israel dan Palestina,” ujar Obama menambahkan.
Sebelumnya “Kuartet Timur Tengah” yang terdiri dari PBB, Uni Eropa, AS dan Rusia, Jumat (23/9) sudah mendesak agar kedua belah pihak segera kembali ke meja perundingan. Kelompok mediator internasional itu sudah menetapkan target, kesepakatan finalnya harus tercapai tahun ini juga.
Sengketa Pemukiman Yahudi
Presiden otonomi Palestina, Mahmud Abbas pada saat kedatangannya kembali dari New York, Minggu (25/9) di Ramallah, menegaskan lagi tuntutannya kepada Israel di depan ribuan warga Palestina yang menyambutnya. Yakni dihentikannya seluruh pembangunan pemukiman Yahudi, sebagai syarat bagi dimulainya lagi perundingan damai.
Menanggapi tuntutan itu, PM Israel Benjamin Netanyahu dalam acara di televisi AS NBC, mengatakan, jika ingin perdamaian, Palestina harus mencabut semua persyaratan.
Palestina menghentikan seluruh negosiasi langsung bulan September 2010, setelah moratorium sementara pembangunan pemukiman Yahudi dicabut. Argumennya adalah, Israel telah menganeksasi Yerusalem dan selama 20 tahun terakhir merampok tanah milik Palestina.
Jururunding senior Palestina, Hanan Ashrawi dalam acara di televisi AS ABC menegaskan, pihaknya selama ini telah melakukan negosiasi yang prosesnya tidak berkaitan dengan realita.
“Jika kami berunding, artinya memberikan waktu kepada Israel untuk membangun lebih banyak pemukiman, untuk merampok lebih banyak tanah Palestina. Ini merupakan ancaman bahaya yang merusak semuanya. Bukan hanya proses perdamaian, melainkan juga prospek perdamaian,” ujar Ashrawi menegaskan.
Sejak menduduki Tepi Barat Yordan tahun 1967, Israel telah membangun 130 unit pemukiman di seluruh kawasan yang dihuni sekitar 300.000 warga. Sekitar 200.000 warga Israel lainnya bermukim di kawasan pemukiman di bagian timur Yerusalem. Israel mengklaim, seluruh sektor di Yerusalem sebagai bagian tidak terpisahkan yang akan dijadikan ibukotanya. Sebaliknya, Palestina mengklaim bagian timur Yerusalem sebagai ibukotanya di masa depan. []
© DW
Masuk: 26 Sep 2011 (17:59 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi