| Serbi-serbi lainnya |
Seminar diikuti 100-an peminat dan pemerhati demokrasi dan Indonesia. Ikut hadir sebagai pembicara dari Indonesia Prof. Dr.Bahtiar Aly, pakar komunikasi politik UI.
Din dalam ceramahnya mengulas tentang pileg dan pilpres yang baru berlangsung di Indonesia yang relatif lancar, aman dan tertib, walau masih banyak kelemahan dan kekurangan. Memang demokrasi Indonesia masih bersifat prosedural, namun hal-hal bersifat subtansial sudah mulai disuarakan. Inilah concern ormas-ormas Islam, yang tetap mengawal demokrasi agar tidak kehilangan arah dan makna.
Din mengatakan sebenarnya demokrasi bukan barang baru di Indonesia karena proses demokrasi liberal pernah terjadi pada 1955. Bahkan praktek demokrasi, khususnya musyawarah, sudah hidup berkembang di suku-suku tertentu jauh sebelum negara ada. Hal ini merupakan landasan budaya positif bagi kelangsungan demokrasi, karena tanpa landasan kultural memadai demokrasi akan stagnan.
Menurut Din, akar budaya demokrasi itu ikut dipengaruhi Islam yang menekankan musyawarah dan mufakat. Maka, dapat dikatakan bahwa Islam berperan dalam mendorong demokrasi di Indonesia dan akan menjadi faktor determainan bagi masa depan demokrasi di Indonesia.
Pemilu sejak era Reformasi juga ikut dipengaruhi oleh Islam. Arus utama Islam Indonesia memandang demokrasi kompatibel dengan Islam dan dapat berjalan saling memperkuat.
Ormas-ormas Islam telah tampil sebagi pendorong dan pengawal demokrasi Indonesia. Namun, tegas Din, demokrasi yang ingin kita kembangkan adalah demokrasi yang mengedepankan nilai-nilai etika dan moral, bukan demokrasi liberal apalagi yang membenarkan segala cara untuk mencapai kemenangan. Dalam kaitan ini, Din menjelaskan, Ormas-orams Islam tidak segan-segan memberi kritik jika ada deviasi moral dalam proses demokrasi.
Walau ada kendala terhadapa demokrasi, Din menjamin selama arus utama Islam Indonesia mendukung demokrasi, prsoses tersebut akan bisa berlangsung baik dan subtantif. Dunia juga akan menyaksikan Indonesia menjadi negeri Muslim demokratis terbesar di dunia, dan akan membawa resonasi positif bagi Dunia Islam.
Pada bagian lain dari ceramahnya, Din mengatakan bahwa kemenangan politik Islam di Indonesia tidak hanya ditandai oleh perolehan suara-suara partai-parati Islam dan penguasaan posisi politik kenegaraan, tapi pada sejauh mana nilai-nilai Islam, seperti keadilan, kebenaran, persamaan, dapat menjadi bagian dari watak bangsa. Ini yang harus terus diperjuangkan bersama oleh seluruh komponen bangsa. Dan ini yang harus jadi agenda mendesak untuk 5 tahun mendatang. [Rep]
Masuk: 15 Jul 2009 (20:06 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi