| Serbi-serbi lainnya |
"Itu soal tawar-menawar politik. Sangat tidak intelek sesuatu yang sifatnya hanya simbolik, tidak substansial," kata Ahmad Suaedy dalam diskusi yang bertajuk "Pancasila dalam Pusaran Globalisasi dan Fundamentalisme", Senin (1/6).
Menurutnya, akan lebih mengkhawatirkan jika pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono ikut terjebak pada isu tersebut dan mengeluarkan kebijakan agar semua pegawai wanita memakai jilbab. "Kita ini negara pluralisme dan aturan memakai jilbab bukan hal yang bijaksana. Lagi pula PKS ada-ada saja, seperti tidak ada hal lain yang perlu diurusi," tutur Suaedy.
Ia menyarankan agar kedua wanita pasangan capres-cawapres tersebut tetap bertahan pada tampilan saat ini dan menganggapnya sebagai ujian tahap awal. "Kalau ibu-ibu tersebut ingin memakai jilbab, silakan, tapi bukan karena takut kehilangan pamor. Itu justru menurunkan simpati masyarakat," ujar dia. [kmp]
Masuk: 01 Jun 2009 (19:49 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi